web analytics
Arsip
Statistik Visitor
  • 1
  • 210
  • 101
  • 276
  • 147
  • 1.929
  • 7.776
  • 111.409
  • 111.409
  • 43.911
  • 16.034
  • 90
  • 46
  • 18
  • 5
  • 0
  • 0
  • 06-08-2019

Intan Sugestiningsih

52404648-2e7d-4f9b-bc56-0dbe4dc5d03c

Setelah bertarung melalui babak penyisihan, akhirnya SMA Muhammadiyah Wonosobo menjadi juara II lomba cerdas cermat (LCC) Bahasa Jepang dalam Festival Jepang Unsoed (FJU) 2018. Lomba yang diselenggarakan pada 6 Oktober 2018, di Unsoed, Purwokerto, ini dihadiri oleh para siswa dari berbagai kota beserta pendampingnya.

Tim LCC SMA Muhammadiyah Wonosobo yang berhasil meraih juara II, adalah:

  1. Eni Safitri, kelas XII BB 1,
  2. Wikan, kelas XII MIPA 2, dan
  3. Miranti Sekarningrum

4c5a2cda-3f77-4ad3-9fd8-dfbd0e25bccc

Eni Safitri mengaku senang bisa menjadi juara II LCC Bahasa Jepang. Selain itu dia juga senang bisa mendapatkan pengalaman dan teman baru selama di Purwokerto.

Selamat untuk kalian semua.

ありがとう 

 

50e73ed9-33b8-4737-8ed0-1e7818ae47d6

Nafis Hibban Adani, siswa kelas XII MIPA I ini berhasil menjadi peserta terbaik dalam kegiatan Lawatan Sejarah Lokal. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh sebuah komunitas yang peduli dengan sejarah lokal yaitu komunitas Wanusaeba. Sedangkan pesertanya adalah siswa-siswi SMA se-Wonosobo.

Lawatan Sejarah Lokal telah diadakan pada Sabtu-Minggu, 22-23 September 2018. Pada hari pertama, di Wonoboga Catering, Nafiis dan peserta lain mendapatkan materi ‘Situs Watu Gong, Tumenggungan’ dan ‘Pemanfaatan Historical Reamins dan Archeological Remains untuk Media Sejarah Lokal’. Sedangkan hari kedua, mereka mengunjungi Situs Arca Bogang di Selomerto dan Situs Watu Gong di Tumenggungan. Tidak sekedar mengunjungi situs saja, Nafiis juga melakukan diskusi, observasi, dan melihat kesenian tradisi. Kegiatan Lawatan Sejarah lokal ini pun diakhiri dengan pengumuman peserta terbaik.

 

f9457b75-4eeb-4a5f-b014-03c06d87ef1d

Nafiis mengungkapkan bahwa banyak manfaat yang ia rasakan setelah mengikuti Lawatan Sejarah Lokal, salah satunya adalah ia menjadi mengenal lebih dalam tentang sejarah lokal. Selama ini ia hanya belajar sejarah di kelas saja dan melihat benda-benda bersejarah hanya lewat foto.

b2755709-f080-4a24-88bd-6f0d2f9c7db0

Selamat untuk Nafiis Hiban Adani, juara 1 peserta terbaik. Semoga bisa menjadi inspirasi untuk siswa SMA Muhammadiyah Wonosobo agar peduli dengan sejarah lokal.

KWU-2

SMA Muhammadiyah Wonosobo mengadakan kegiatan Motivasi dan Penguatan Kewirausahaan pada Selasa, 18 September 2018. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas X, baik dari jurusan MIPA, IPS, maupun BB. Kegiatan tersebut dilaksanakan di GOR AR. Fachruddin SMA Muhammadiyah Wonosobo. Kegiatan dimulai pukul 09.30 WIB dan berakhir pukul 11.30 WIB.

Acara Motivasi dan Penguatan Kewirausahaan ini dibuka oleh Bapak Bukhori, S.Ag. mewakili Kepala Sekolah, disusul pembinaan dari Ketua Tim Kewirausahaan Bapak Drs. Mundriyanto, M.Pd. Sedangkan acara inti diisi oleh  Ibu Anna Wardiyati, S.E. Ibu Anna adalah pengusaha dan pimpinan PKBM Cemerlang Wonosobo.

Produk yang dihasilkan oleh usaha Ibu Anna Wardiyati, S.E. adalah manisan carica. Produknya sudah dijual di banyak minimarket dan supermarket di Indonesia. Pada tahun 2015, PKBM Cemerlang juga telah mendapatkan penghargaan dari Mentri Perindustrian Republik Indonesia dengan kualifikasi Produk Ovop Bintang 4. Bahkan pada tahun 2018, manisan carica produksi PKBM Cemerlang Wonosobo ini menjadi jamuan untuk Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

 

KWU-4

Setelah siswa mendapatkan pemaparan mengenai karakter wirausaha, langkah-langkah untuk menjadi wirausahawan yang sukses, kendala-kendala menjadi wirausaha, dan berbagi pengalaman sebagai pengusaha, siswa kemudian diberi kesempatan untuk tanya-jawab mengenai cara-cara memulai dan menjalankan usaha. Setelah acara ini berakhir, diharapkan siswa mempunyai semangat kewirausahaan dan mempunyai gambaran wirausaha. Follow up dari kegiatan ini SMA Muhammadiyah Wonosobo akan menjalankan program kewirausahaan terbimbing untuk seluruh siswa.