December 2017
M T W T F S S
« Aug    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Arsip Artikel

Tim geografi Indonesia berhasil meraih 1 medali perak, 2 perunggu dalam International Geography Olympiad (IGeO) ke 10 yang berlangsung 30 Juli hingga 7 Agustus 2013 di Kyoto, Jepang. Mereka adalah Nuresa Riana Nugraha dari SMAN 1 Lembang (Perak),  Asahi Idarmanto SMAN 5 Yogyakarta (Perunggu), Aditya Pradana SMA Muhammadiyah Wonosobo (Perunggu) dan Asthina Novita Syanur Sman 1 Metro Lampung (Tidak memperoleh medali).

IKLAN-ADIT-WIS-DADI-KARO-BALIHO-4
IGeO merupakan kompetisi geosains dan geografi yang ditujukan untuk siswa Sekolah Menengah Atas dengan usia 16-19 tahun. Tujuan diadakannya lomba ajang internasional ini untuk meningkatkan minat dan perhatian generasi muda dalam mempelajari geografi serta lingkungan. Test dalam lomba ini mencakup a written response test dan a multimedia test an a fieldwork test. IGeO ke 10 ini diikuti oleh 34 tim dari berbagai negara, masing-masing tim terdiri dari 4 siswa dan 2 pendamping.
Keikutsertaan tim geografi Indonesia di ajang IGeO seluruhnya dibiayai oleh pemerintah Indonesia, dalam hal ini Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berkaitan dengan hasil yang diperoleh tim Indonesia, Direktur Pembinaan SMA Harris Iskandar Ph.D menjelaskan, bahwa untuk geografi kita masih mempelajari strategi-strategi baik itu konten, lingkup dan sebagainya. Pembinaannya juga akan ditingkatkan, namun dari hasil yang kedua ini, sudah bagus sekali dapat memperoleh medali perak. Insya Allah, tahun depan bisa memperoleh emas. “Dari perolehan ini kami berikan apresiasi, sekecil apa pun itu. Mereka kan sudah berusaha.” Ujarnya.
Sedangkan Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik Suharlan SH, MM menambahkan, “Kami merasa bangga juga, namun tetap dilakukan evaluasi-evaluasi terkait dengan pembinaan.”
Selaku tim Leader, Ir. Samsul Bachri, M.Eng, Ph.D mengungkapkan, meski kegiatan ini baru kedua kalinya diikuti oleh tim Indonesia, kerja keras untuk memperoleh medali selalu dilakukan. “Kami menseleksi siswa dari bidang studi kebumian, mereka dilatih dengan intensif. Kami membeli buku-buku geografi dari Singapura sebab kami tahu negara itu selalu menjadi juara umum. Buku-buku itu kami berikan pada mereka untuk dipelajari. Soal-soal yang diberikan dalam olimpiade lebih sulit memang, tapi kita coba untuk memberikan kepada mereka. Mudah-mudahan tahun depan tim olimpiade geografi dapat memperoleh emas.” Harapnya.
Selain tim leader, peserta IGeO Indonesia didampingi juga oleh Drs. Joko Wiratmo MP sebagai deputy leader. “Karena baru mengikuti kegiatan ini dua kali, kami masih mencari bentuk yang tepat untuk menghadapi olimpiade geografi, mudah-mudahan tahun depan kita bisa meraih keberhasilan yang lebih tinggi lagi.”  Tambahnya. FNY

 

Sumber Tulisan: Website Direktorat Pembinaan SMA (http://psma.kemdikbud.go.id)

 

Penghargaan di Kyoto, Jepang :

1.Medali Perunggu IGeo (International Geography Olympiad) 2013

2.Second prize poster presentation (Juara 2, poster dan presntasi poster mengenai local wisdom “kearifan lokal”)

 

Negara Indonesia menempati peringkat 8 dunia dari 32 negara partisipan, dengan perolehan 1 perak 2 perunggu dan second prize poster presentation, sementara juara umum (peringkat 1) dari romania (3 emas, 1 perak), disusul kroasia (2 emas, 2 perak), dan peringkat 3 singapura (2 emas, 1 perak, 1 perunggu). Sedangkan Denmark peringkat 11, belanda peringkat 12, Inggris peringkat 13, United States of America peringkat 14 dan Jepang sebagai tuan rumah peringkat 15.

 

Test yang diikuti :

  1. Written Response test (test tertulis), yang terdiri dari 6 section dimana section tiap tahunnya berbeda, tahun 2013 mengenai tourism and management (pariwisata dan manajemennya), managing urban area (memanajemen kawasan perkotaan), vulcanism and tectonism ( vulkanisme dan tektonisme), world development ( pembangunan dunia), climate change (perubahan iklim), world management in energy and resources (management sumberdaya dan energi dunia), dimana soal tertulis ditulis dengan sistem essay berbahasa inggris.
  2. Fieldwork test (test lapangan), melakukan pemetaan (mapping) tata guna lahan kawasan fushimi, membuat grafik penampang topografi , dan membuat draft perencanaan kota dan tata kota fushimi masa depan serta pembangunan konstruksi (hard engineering) dan konservasi lahan guna (soft engineering) menanggulangi banjir.
  3. Multimedia test

4.Poster presentation mengenai local wisdom, Indonesia mengangkat tema “Sistem sanitasi tradisonal Kampung naga, Jawa Barat yang sesuai prinsip sustainable development”

 

Selain itu terdapat cultural exchange (pertukaran budaya), kegiatannya berupa membuat origami khas jepang dengan didampingi siswi Kyoto Prefectural senior high school, menyanyikan lagu sukiyaki bersama, gift exchange ( pertukaran souvenir) dari tiap2 negara, dan fashion show baju adat tradisional tiap negara.

 

Tanggal pelaksanaan lomba : 30 Juli-5 Agustus 2013 dikota Kyoto, dan 6-7 Agustus berwisata mengikuti trip IGeo post excursion di kota Tokyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *