SMA Muhammadiyah Wonosobo

Maret 2015
S S R K J S M
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Pengunjung




Butir soal merupakan perangkat utama dalam sistem penilaian terhadap siswa di sekolah. Untuk itu sangat penting menentukan mana soal-soal yang cacat atau tidak berfungsi penggunaannya. Pendidik perlu meningkatkan kualitas butir soal melalui analisis terhadap tiga komponen utama yang meliputi (1) tingkat kesukaran, (2) daya pembeda, dan (3) pengecoh soal.

Kegiatan menganalisis butir soal merupakan proses pengumpulan, peringkasan dan penggunaan informasi dari jawaban siswa untuk membuat keputusan tentang setiap penilaian (Nitko, 1996).

Tujuan analisis butir soal :

  • mengkaji dan menelaah setiap butir soal agar diperoleh soal yang bermutu sebelum digunakan.
  • membantu meningkatkan kualitas tes melalui revisi atau membuang soal yang tidak efektif
  • mengetahui informasi diagnostik pada siswa, sudahkan mereka memahami materi yang telah diajarkan

Manfaat analisis butir soal :

  • membantu para pengguna tes dalam evaluasi atas tes yang digunakan
  • sangat relevan bagi penyusunan tes informal dan lokal (seperti tes yang disiapkan guru di kelas)
  • mendukung penulisan butir soal yang efektif
  • secara materi dapat memperbaiki tes di kelas
  • meningkatkan validitas dan reliabilitas soal
  • menentukan apakah suatu fungsi butir soal sesuai dengan yang diharapkan
  • memberi masukan kepada siswa tentang kemampuan dan sebagian dasar untuk bahan diskusi di kelas
  • memberi masukan kepada guru tentang kesulitan siswa
  • memberi masukan pada aspek tertentu untuk pengembangan kurikulum
  • merevisi materi yang dinilai atau diukur
  • meningkatkan keterampilan penulisan soal

Tampilan Aplikasi Analisis Soal

download

Ada dua jenis analisis butir soal yang dapat pendidik laksanakan, yaitu :

  1. Analisis secara kualitatif, prosedur peningkatan secara judgement, terkait dengan isi dan bentuk soal
  2. Analisis secara kuantitatif, prosedur peningkatan secara empirik, terkait dengan ciri-ciri statistikny

Analisis Secara Kualitatif

Pengertian

  • Penelaahan ini biasanya dilakukan sebelum soal digunakan/diujikan (tes tertulis, perbuatan, dan sikap)
  • Aspek yang ditelaah : segi materi, konstruksi, bahasa/budaya, dan kunci jawaban/pedoman penskorannya
  • Bahan penunjang : bahan-bahan penunjang seperti: (1) kisi-kisi tes, (2) kurikulum yang digunakan, (3) buku sumber, dan (4) kamus bahasa Indonesia.

Teknik analisis

1. Teknik moderator merupakan teknik berdiskusi yang di dalamnya terdapat satu orang sebagai penengah. Berdasarkan teknik ini, setiap butir soal didiskusikan secara bersama-sama dengan beberapa ahli dan dimoderatori oleh satu orang.

Kelebihan : Setiap butir soal dapat dituntaskan secara bersama-sama, perbaikannya seperti apa

Kelemahan : Teknik ini adalah memerlukan waktu lama untuk rnendiskusikan setiap satu butir soal.

2. Teknik panel merupakan suatu teknik menelaah butir soal yang setiap butir soalnya ditelaah berdasarkan kaidah penulisan butir soal. Para penelaah dipersilakan memperbaiki langsung pada teks soal dan memberikan komentarnya serta memberikan nilai pada setiap butir soalnya yang kriterianya adalah: baik, diperbaiki, atau diganti.

Prosedur analisis

Untuk mempermudah prosedur pelaksanaan dapat menggunakan format penelahaan soal yang digunakan sebagai dasar untuk menganalisis setiap butir soal

Analisis Secara Kuantitatif

Pengertian

Penelaahan butir soal didasarkan pada data empirik dari butir soal terkait yang telah diujikan.

Pendekatan analisis

Klasik

Analisis butir soal secara klasik adalah proses penelaahan butir soal melalui informasi dari jawaban peserta didik guna meningkatkan mutu butir soal yang bersangkutan dengan menggunakan teori tes klasik.

Kelebihan : mudah , murah, sederhana, familier digunakan guru-guru,dapat menggunakan data sampel kecil.

Kelemahan :

(1) Tingkat kemampuan dalam teori klasik adalah “true score”. Jika tes sulit artinya tingkat kemampuan peserta didik mudah. Jika tes mudah artinya tingkat kemampuan peserta didik tinggi.

(2) Tingkat kesukaran soal didefinisikan sebagai proporsi peserta didik dalam grup yang menjawab benar soal. Mudah/sulitnya butir soal tergantung pada kemampuan peserta didik yang dites dan kemampuan tes yang diberikan.

(3) Daya pembeda, reliabilitas, dan validitas soal/tes didefinisikan berdasarkan grup peserta didik.

Modern

Penelaahan butir soal dengan menggunakan Item Response Theory (IRT) atau teori jawaban butir soal. Teori ini merupakan suatu teori yang menggunakan fungsi matematika untuk menghubungkan antara peluang menjawab benar suatu soal dengan kemampuan siswa.

IRT merupakan hubungan antara probabilitas jawaban suatu butir soal yang benar dan kemampuan siswa atau tingkatan/level prestasi siswa.

Kelebihan :

(1) asumsi banyak soal yang diukur pada trait yang sama, perkiraan tingkat kemampuan peserta didik adalah independen;

(2) asumsi pada populasi tingkat kesukaran, daya pembeda merupakan independen sampel yang menggambarkan untuk tujuan kalibrasi soal;

(3) statistik yang digunakan untuk menghitung tingkat kemampuan siswa diperkirakan dapat terlaksana

Kelemahan : prosesnya cukup rumit dan sulit

Penghitungan dalam penelaahan butir soal secara kuantitatif dapat menggunakan bantuan kalkulato scientific atau program komputer.

Program yang sudah dikenal secara umum adalah EXCEL, SPSS (Statitistical Program for Social Science), atau program khusus seperti ITEMAN (analisis secara kiasik), RASCAL, ASCAL, BILOG (analisis secara item respon teori atau IRT), FACETS (analisis model Rasch untuk data kualitatif)

Sumber Tulisan :

http://gurupembaharu.com/home/panduan-analisis-butir-soal/

download

Salah satu persyaratan untuk bisa masuk nominasi peserta sertifikasi guru adalah adanya SK dari Yayasan yang menyebutkan bahwa yang bersangkutan adalah Guru Tetap Yayasan yang setiap tahunnya SK tersebut harus di perbaharui. Akan tetapi format atau contoh yang ada seringkali kita dibuat bingung sebenarnya seperti apa SK GTY per tahunnya yang bisa mengakomodasi hal tersebut.

Buat rekan-rekan guru dimanapun berada, ini saya share-kan contoh SK GTY per tahunnya barangkali ada manfaatnya. 2011_SK GTY-Per Tahun

Untuk memudahkan para siswa dalam menggungah foto saat pendaftaran SNMPTN – SBMPTN atau Ujian Mandiri, berikut saya sharekan file foto dari para siswa yang membutuhkan . silahkan klik

download

Setelah masuk silahkan dipilih dan di download. Lihat Contohnya15. Ibrahim

Tim geografi Indonesia berhasil meraih 1 medali perak, 2 perunggu dalam International Geography Olympiad (IGeO) ke 10 yang berlangsung 30 Juli hingga 7 Agustus 2013 di Kyoto, Jepang. Mereka adalah Nuresa Riana Nugraha dari SMAN 1 Lembang (Perak),  Asahi Idarmanto SMAN 5 Yogyakarta (Perunggu), Aditya Pradana SMA Muhammadiyah Wonosobo (Perunggu) dan Asthina Novita Syanur Sman 1 Metro Lampung (Tidak memperoleh medali).

IKLAN-ADIT-WIS-DADI-KARO-BALIHO-4
IGeO merupakan kompetisi geosains dan geografi yang ditujukan untuk siswa Sekolah Menengah Atas dengan usia 16-19 tahun. Tujuan diadakannya lomba ajang internasional ini untuk meningkatkan minat dan perhatian generasi muda dalam mempelajari geografi serta lingkungan. Test dalam lomba ini mencakup a written response test dan a multimedia test an a fieldwork test. IGeO ke 10 ini diikuti oleh 34 tim dari berbagai negara, masing-masing tim terdiri dari 4 siswa dan 2 pendamping.
Keikutsertaan tim geografi Indonesia di ajang IGeO seluruhnya dibiayai oleh pemerintah Indonesia, dalam hal ini Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berkaitan dengan hasil yang diperoleh tim Indonesia, Direktur Pembinaan SMA Harris Iskandar Ph.D menjelaskan, bahwa untuk geografi kita masih mempelajari strategi-strategi baik itu konten, lingkup dan sebagainya. Pembinaannya juga akan ditingkatkan, namun dari hasil yang kedua ini, sudah bagus sekali dapat memperoleh medali perak. Insya Allah, tahun depan bisa memperoleh emas. “Dari perolehan ini kami berikan apresiasi, sekecil apa pun itu. Mereka kan sudah berusaha.” Ujarnya.
Sedangkan Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik Suharlan SH, MM menambahkan, “Kami merasa bangga juga, namun tetap dilakukan evaluasi-evaluasi terkait dengan pembinaan.”
Selaku tim Leader, Ir. Samsul Bachri, M.Eng, Ph.D mengungkapkan, meski kegiatan ini baru kedua kalinya diikuti oleh tim Indonesia, kerja keras untuk memperoleh medali selalu dilakukan. “Kami menseleksi siswa dari bidang studi kebumian, mereka dilatih dengan intensif. Kami membeli buku-buku geografi dari Singapura sebab kami tahu negara itu selalu menjadi juara umum. Buku-buku itu kami berikan pada mereka untuk dipelajari. Soal-soal yang diberikan dalam olimpiade lebih sulit memang, tapi kita coba untuk memberikan kepada mereka. Mudah-mudahan tahun depan tim olimpiade geografi dapat memperoleh emas.” Harapnya.
Selain tim leader, peserta IGeO Indonesia didampingi juga oleh Drs. Joko Wiratmo MP sebagai deputy leader. “Karena baru mengikuti kegiatan ini dua kali, kami masih mencari bentuk yang tepat untuk menghadapi olimpiade geografi, mudah-mudahan tahun depan kita bisa meraih keberhasilan yang lebih tinggi lagi.”  Tambahnya. FNY

 

Sumber Tulisan: Website Direktorat Pembinaan SMA (http://psma.kemdikbud.go.id)

 

Penghargaan di Kyoto, Jepang :

1.Medali Perunggu IGeo (International Geography Olympiad) 2013

2.Second prize poster presentation (Juara 2, poster dan presntasi poster mengenai local wisdom “kearifan lokal”)

 

Negara Indonesia menempati peringkat 8 dunia dari 32 negara partisipan, dengan perolehan 1 perak 2 perunggu dan second prize poster presentation, sementara juara umum (peringkat 1) dari romania (3 emas, 1 perak), disusul kroasia (2 emas, 2 perak), dan peringkat 3 singapura (2 emas, 1 perak, 1 perunggu). Sedangkan Denmark peringkat 11, belanda peringkat 12, Inggris peringkat 13, United States of America peringkat 14 dan Jepang sebagai tuan rumah peringkat 15.

 

Test yang diikuti :

  1. Written Response test (test tertulis), yang terdiri dari 6 section dimana section tiap tahunnya berbeda, tahun 2013 mengenai tourism and management (pariwisata dan manajemennya), managing urban area (memanajemen kawasan perkotaan), vulcanism and tectonism ( vulkanisme dan tektonisme), world development ( pembangunan dunia), climate change (perubahan iklim), world management in energy and resources (management sumberdaya dan energi dunia), dimana soal tertulis ditulis dengan sistem essay berbahasa inggris.
  2. Fieldwork test (test lapangan), melakukan pemetaan (mapping) tata guna lahan kawasan fushimi, membuat grafik penampang topografi , dan membuat draft perencanaan kota dan tata kota fushimi masa depan serta pembangunan konstruksi (hard engineering) dan konservasi lahan guna (soft engineering) menanggulangi banjir.
  3. Multimedia test

4.Poster presentation mengenai local wisdom, Indonesia mengangkat tema “Sistem sanitasi tradisonal Kampung naga, Jawa Barat yang sesuai prinsip sustainable development”

 

Selain itu terdapat cultural exchange (pertukaran budaya), kegiatannya berupa membuat origami khas jepang dengan didampingi siswi Kyoto Prefectural senior high school, menyanyikan lagu sukiyaki bersama, gift exchange ( pertukaran souvenir) dari tiap2 negara, dan fashion show baju adat tradisional tiap negara.

 

Tanggal pelaksanaan lomba : 30 Juli-5 Agustus 2013 dikota Kyoto, dan 6-7 Agustus berwisata mengikuti trip IGeo post excursion di kota Tokyo

 

Usai keikutsertaan tim Olimpiade Geografi Indonesia dalam International Geography Olympiad (iGeo) masih seumur jagung. Namun, hal itu tidak menjadi halangan mereka untuk tetap berprestasi. Indonesia sendiri baru mengikuti olimpiade geografi internasional ini sejak tahun 2013, saat itu iGeo ke-10 dilaksanakan di Kyoto, Jepang. Pulang dari International Geography Olympiad ke-11 yang diadakan di Krakow, Polandia, 12-18 agustus 2014 tim geografi merah putih berhasil menyabet 1 medali perak lewat Aditya Pradana (SMA Muhammadiyah Wonosobo), dan 2 medali perunggu masing-masing lewat Uyun Chariza Aziza (MAN Insan Cendekia) dan Asri Hadiyanti Giastuti (SMAN 1 Bogor). Tim Geografi Indonesia juga meraih penghargaan kelompok yaitu juara 3 presentasi poster yang mengusung judul “Bandung, Glooming Trash, Blooming Crash”. Poster dari 3 negara terpilih ini (New Zealand, Nigeria, Indonesia) dipamerkan pada pembukaan International Geography Union Congress. Ada 3 kategori yang diujikan pada iGeo tahun ini, yaitu

pertama, tes tertulis (40%) dengan topik meliputi Geologi dan Coastal Landform, Forest Resources, Global Ecological Footprint, Impact of Global Warming dan Population and Health.

Klik Disini Foto Olimpiade Internasional Geografi

Kedua, keterampilan observasi lapangan (40%) tentang mapping dan spatial analysis oh the uses of public space, analisi dan penarikan kesimpulannya.

Dan kategori ketiga adalah pengetahuan umum tentang geografi dunia disajikan secara visual melalui multi media (20%). Tim Indonesia mengakui faktor bahasa cukup menjadi kendala.

Meski selama persiapan faktor bahasa masuk dalam pelatihan dan dipersiapkan sebaik mungkin, tetap saja timbul kendala. “Olimpiade geografi ini adalah salah satu olimpiade yang tanpa terjemahan. Semua soalnya menggunakan Bahasa Inggris,” ujar Adit.

Uyun menambahkan meski mereka siap dengan Bahasa Inggris, namun, ketika bertemu frase atau beberapa istilah geografi yang menggunakan Bahasa Inggris mereka agak kesulitan mengartikannya. “Buku-buku Geografi Indonesia yang ada tidak lengkap.

Jadi, ketika kami bertemu dengan isitilah yang menggunakan bahasa asing, kami agak kesulitan menerjemahkannya. Nggak jarang kami salah mengartikan,” imbuh Uyun. Kendala lain selain bahasa tahun ini adalah tes lapangan. Belajar dari olimpiade tahun lalu, sebenarnya persiapan tim geografi Indonesia 2014 sudah cukup maksimal. Hanya saja tingkat kesulitan soal tahun ini sangat tinggi.

Salah satunya adalah tes lapangan. Jika pada tahun lalu tes lapangan hanya pemetaan kawasan saja, tahun ini mereka harus melakukan pemetaan public space. Pengalaman ini menjadi sebuah pekerjaan rumah yang penting terutama untuk para pembina tim Geografi Indonesia.

“Kami baru 2 tahun ikut olimpiade ini. Tapi kami mampu bersaing. Hasil tahun ini dan kemarin jadi catatan penting untuk team leader. Kami akan segera melakukan perbaikan terutama pada saat persiapan,” ujar Syamsu Bahri, pembina Tim Geografi Indonesia.

Lebih jauh lagi, tim Geografi Indonesia 2014 berharap materi geografi yang diajarkan di sekolah-sekolah bisa ditingkatkan kualitasnya. “Geografi dasar yang diajarkan di sekolah berbeda dengan yang diterapkan di olimpiade. Kalau dibandingkan seperti ada ketimpangan. Kami seperti tidak mendapat dasar geografi sebenarnya. Jadi seperti belajar dari nol lagi,” kata Adit.

Sumber Tulisan : http://siswapsma.org/v2/artikel/read/381/indonesia-tetap-bertaring-di-olimpiade-geografi-internasional-

Kementerian Keuangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No. 113/PMK.05/2012 tanggal 3 Juli 2012 tentang Perjalanan Dinas Dalam Negeri bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri dan Pegawai Tidak Tetap. Dengan terbitnya peraturan ini maka peraturan-peraturan menteri keuangan dan peraturan di bawahnya yang mengatur tentang perjalanan dinas dalam negeri yang dibiayai APBN dinyatakan TIDAK BERLAKU LAGI.

Terdapat beberapa perubahan yang penting dalam peraturan menteri keuangan tersebut yaitu:

1. Istilah SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) berubah menjadi Surat Perjalanan Dinas (SPD).
2. Perjalanan dinas dalam kota terdiri atas perjalanan dinas yang dilaksanakan lebih dari 8 (delapan) jam; dan yang dilaksanakan sampai dengan 8 (delapan) jam.
3. Perjalanan Dinas Jabatan di dalam Kota yang dilaksanakan sampai dengan 8 (delapan) jam tanpa penerbitan SPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (6), pembebanan biaya Perjalanan Dinas Jabatan dicantumkan dalam Surat Tugas.
4. Dapat dilakukan untuk menjemput/mengantarkan ke tempat pemakaman jenazah Pejabat Negara/Pegawai Negeri yang meninggal dunia dari Tempat Kedudukan yang terakhir ke Kota tempat pemakaman.
5. Dalam hal Pelaksana SPD tidak menggunakan biaya penginapan, berlaku ketentuan:
a. Pelaksana SPD diberikan biaya penginapan sebesar 30% (tiga puluh persen) dari tarif hotel di Kota Tempat Tujuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai Standar Biaya;
b. Biaya penginapan sebagaimana dimaksud pada huruf a dibayarkan secara lumpsum.

Hampir semua guru maupun karyawan tata usaha mengenal istilah kegiatan workshop, diklat, penataran, seminar maupun simposium yang ini merupakan salah satu bentuk peningkatan kualitas pegawai. Meskipun kegiatan ini akrab dengan kita, akan tetapi tidak semua guru maupun karyawan telah membuat suatu laporan apabila mereka mengikuti kegiatan tersebut. Sehingga banyak sekolah yang merasa kesulitan untuk menunjukan bukti hitam di atas putih bahwa nama pegawai yang bersangkutan benar-benar telah mengikuti suatu kegiatan diklat (misalnya). Salah satu kesulitan atau keterbatasannya adalah belum adanya format yang baku untuk menuliskan laporan hasil mengikuti penataran/diklat.

Berdasarkan pengalaman itu, berikut saya berikan contoh format untuk menuliskan hasil mengikuti suatu kegiatan diklat/penataran/workshop.Dimulai dari Surat Perjalanan Dinas (SPD) yang terbaru menurut peraturan menteri keuangan tahun 2012 sampai format untuk menuliskan laporan setelah mengikuti kegiatan. Untuk pengunjung yang berminat untuk menggunakan atau mau memodifikasi sesuai kebutuhan sekolah masing-masing. SILAHKAN DI DOWNLOAD DIBAWAH INI

 

FORM_SURAT PERJALANAN DINAS-2013 YG DIPAKAI

ISO 9001:2008 merupakan standar internasional di bidang Sistem Manajemen Mutu yang direvisi pada tahun 2008. Dengan menerapkan standart ISO 9001 maka suatu sekolah diharapkan memiliki konsistensi di dalam mengelola sekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku, visi dan misi sekolah serta program – program sekolah yang telah dicanangkan dan disebar luaskan kepada masyarakat.  Disamping itu diharapkan ada suatu proses penyempurnaan berkelanjutan terhadap kinerja sekolah sehingga kualitas dan out put sekolah sebagai sebuah institusi pendidikan selalu menjadi lebih baik dan sempurna dari waktu ke waktu.

Suatu sekolah yang telah mendapatkan akreditasi (pengakuan dari pihak lain yang independen) ISO tersebut, dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu produk/jasa yang dihasilkannya. ISO 9001:2008 telah mendapat pengakuan dari banyak negara di dunia seperti: semua negara Uni Eropa, Amerika, Jepang, Australia, ASEAN, dan lebih 100 negara. Sistem Manajemen ini digunakan untuk mengarahkan dan mengontrol organisasi berkaitan dengan mutu agar (1). sesuai dengan persyaratan. (2). sesuai dengan pemakaian. (3). pelanggan puas.

Secara garis besar ISO 9001:2008 menekankan bahwa setiap proses senantiasa dilakukan mulai dari perencanaan  yang  matang,  implementasi  yang  terukur  dengan  jelas,  dilakukan evaluasi  dan  analisis  data  yang  akurat  serta  tindakan  perbaikan  yang  sesuai  dan monitoring pelaksanaannya agar benar-benar bisa menuntaskan masalah yang terjadi di organisasi/sekolah.

Sekolah yang ingin menerapkan ISO 9001:2008 perlu menyiapkan dokumen-dokumen yang diwajibkan oleh Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, diantaranya:

A. PROSEDUR KERJA
1. Prosedur Pengendalian Dokumen
2. Prosedur Pengendalian Rekaman Mutu
3. Prosedur Pengendalian Produk Yang Tidak Sesuai
4. Prosedur Untuk Audit Internal
5. Prosedur Tindakan Perbaikan
6. Prosedur Tindakan Pencegahan
B. CATATAN/REKAMAN MUTU
1. Bukti Pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen (Klausul 5.6.1)
2. Bukti pendidikan, pelatihan, kemampuan, dan pengalaman karyawan. (Klausul 6.2.2)
3. Bukti realisasi produk dan jasa telah sesuai dengan persyaratan (pelanggan dan peraturan). (Klausul 7.1d)
4. Bukti bahwa setiap pesanan dari pelanggan telah ditinjau sebelum mnejadi kontrak (Klausul 7.2.2)
5. Input dari desain dan pengembangan produk / jasa. (Klausul 7.3.2)
6. Bukti tinjauan desain dan pengembangan produk / jasa (Klausul 7.3.4)
7. Bukti verifikasi desain dan pengembangan produk / jasa (Klausul 7.3.5)
8. Hasil Validasi desain dan pengembangan produk / jasa (Klausul 7.3.6)
9. Bukti perubahan desain dan pengembangan produk / jasa (Klausul 7.3.7)
10. Bukti evaluasi supplier / rekanan / vendor beserta tindaklanjutnya (Klausul 7.4.1)
11. Bukti proses validasi bagi proses yang hasilnya tidak dapat diukur oleh alat ukur (Klausul 7.5.2d)
12. Identifikasi khas pada produk bila kemamputelusuran memang dipersyaratkan (Klausul 7.5.3)
13. Bukti laporan properti milik pelanggan yang hilang, rusak, atau tidak bisa digunakan (Klausul 7.5.4)
14. Standar yang digunakan untuk kalibrasi atau verifikasi alat ukur bila tidak ada standar nasional atau internasional yang dapat dijadikan acuan.
15. Bukti validasi untuk alat ukur yang ditemukan tidak sesuai dengan persyaratannya (Klausul 7.6)
16. Bukti Kalibrasi dan Verifikasi Alat Ukur (Klausul 7.6)
17. Bukti pelaksanaan audit internal (Klausul 8.2.2)
18. Bukti kesesuaian produk dengan kriteria yang dapat diterima dan bukti bahwa hanya orang yang memiliki otoritas yang dapat merilis produk (Klausul 8.2.4)
19. Bukti pencatatan dan tindaklanjut ketidaksesuaia pada produk (Klausul 8.3)
20. Hasil Tindakan Perbaikan (Klausul 8.5.2)
21. Hasil Tindakan Pencegahan (kalusul 8.5.3)

Hampir selama 1 tahun pembimbingan ISO 9001:2008, alhamdulillah SMA Muhammadiyah Wonosobo pada tanggal 10-11 Oktober 2013 telah di audit eksternal oleh British Standards Institution (BSI) yang berkantor pusat di London. Penyerahan sertifikat ISO Insya Allah akan dilaksanakan pada minggu I Bulan Nopember 2013. Banyak manfaat yang sekolah peroleh selama persiapan, pelaksanaan dan implementasi ISO tersebut diantaranya:

1. Sistem pendokumentasian prosedur dan pedoman kerja menjadi rapi (misalnya: persetujuan, penerbitan, distribusi, revisi dan pemusnahan dokumen yang berkaitan dengan kinerja sekolah).
2. Kedisiplinan oleh masing-masing bagian dalam pencatatan dan pelaporan hasil kerja.
3. Sistem penyimpanan yang rapi dan terkodevikasi sehingga mudah dalam mencari / mendapatkannya
4. Semua guru dan karyawan bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan dalam Prosedur Mutu (PM) maupun Instruksi Kerja (IK) sehingga mengurangi terjadinya kesalahan maupun komplain dari siswa maupun wali murid.
5. Melalui audit internal yang dijalankan rutin setiap 1 semester, memudahkan team work dan komunikasi internal dalam memperbaiki kesenjangan (misscommunication)
6. Meningkatkan kesadaran guru dan karyawan agar berwawasan Mutu dalam memenuhi permintaan pelanggan, baik internal maupun eksternal (siswa, orang tua, pengguna tamatan dsb).
7. Lingkungan kerja yang sejuk, nyaman dan kondusif sehingga guru, karyawan, dan siswa betah untuk berlama-lama di sekolahan.
8. Membantu kepala sekolah memperoleh gambaran permasalahan-permasalahan yang dihadapi di level menengah maupun level bawah.
9. Job deskripsi, tugas, tanggung jawab dan wewenang yang lebih jelas dan tertata rapi.
10. Kejelasan tentang sasaran dan target kinerja yang harus dicapai oleh masing-masing unit kerja maupun personil.
11. Tindak lanjut hasil rapat (waka, guru maupun rapat dengan wali murid) dan program-program perbaikan semakin termonitor dengan baik
12. Meningkatnya citra SMA Muhammadiyah Wonosobo dalam hal mutu layanan pendidikan
13. Siswa dan orang tua akan lebih merasa aman dan terjamin tentang penerapan manajmen lembaga pendidikan.
14. Terbantunnya unit publikasi (Humas) kepada masyarakat
15. Meningkatkan semangat dan moral guru dan karyawan karena adanya kejelasan tugas dan wewenang (Job Description) dan hubungan antar bagian yang terkait sehingga karyawan dapat bekerja dengan efisien dan efektif.
16. Keyakinan dunia usaha / industri yang lebih baik akan kualitas tamatan dan layanan yang lebih baik dibanding dengan lembaga pendidikan lain yang tidak pernah diaudit.

2013_ISO-9001-2008_Depan

Persyaratan dan Kompetensi Pendidik Di SMA Muhammadiyah Wonosobo agar diperoleh tenaga pengajar yang memenuhi standar ISO 9001-2008 antara lain:

A. Persyaratan Pendidik:

  1. Memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan, dan diperoleh dari Perguruan Tinggi yang terakreditasi.
  2. Taat beribadah dan mengamalkan ajaran Islam
  3. Memiliki komitmen terhadap prinsip-prinsip dasar perjuangan Muhammadiyah dan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah.
  4. Memiliki kecakapan dan berkemampuan menjalankan tugasnya
  5. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan POLRI setempat
  6. Berbadan sehat yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter
  7. Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai guru, baik dari instansi pemerintah maupun instansi swasta.
  8. Lulus seleksi yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Daerah meliputi seleksi administrasi, wawancara, dan tes praktek mengajar.
  9. Pelamar yang lulus seleksi, selanjutnya diangkat oleh Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Daerah sebagai calon guru. Selama 1 (satu) tahun pertama masa kerja, calon guru yang bersangkutan berada dalam status masa percobaan.
  10. Selama menjalani masa percobaan, calon guru dapat diberhentikan apabila dinilai tidak dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik.

B. Kompetensi Pendidik:

  1. Kompetensi Pedagodik
  • Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.
  • Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
  • Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu.
  • Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
  • Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.
  • Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
  • Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.
  • Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
  • Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.
  • Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
  1. 2. Kompetensi Kepribadian
    Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.
    Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
    Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.
    Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.
    Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.
  2. 3. Kompetensi Sosial
    Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi.
    Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
    Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman social budaya.
    Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.
  3. 4. Kompetensi Profesional
    Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola piker keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
    Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu.
    Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.
    Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.
    Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri.

Sumber Tulisan: Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru

Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-44 Tanggal 8 s/d 11 Juli tahun 2000 di Jakarta “Pedoman Kehidupan Islami Warga Muhammadiyah”

Peraturan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 031PRN/I.0/B/2012 Tentang Majelis Pendidikan Dasar Dan Menengah