November 2017
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Arsip Artikel

Prestasi

Berisi catatan prestasi yang diperoleh oleh siswa maupun oleh sekolah

6 Emas Olympicad 2017 - Copy (744 x 600)

Prestasi membanggakan kembali diraih SMA Muhammadiyah Wonosobo di tahun 2017, prestasi kali ini dalam ajang Olimpiade Ahmad Dahlan (OLYMPICAD) dan Pentas Bora Jawa Tengah tahun 2017. Perwakilan dari kontingen SMA Muhammadiyah Wonosobo mengirim 26 siswa yang ikut dalam 14 cabang olimpiade dan 9 pendamping berhasil meraih 6 emas yang terbagi dalam berbagai cabang yaitu:

Juara 1 Olimpiade Matematika a.n Siti Umayah (XII MIPA 2)

Juara 1 Olimpiade Kimia a.n Dwi Rahmat (XI MIPA 3)

Juara 1 Lomba Tilawah a.n Viki Fadhilah (XI MIPA)

Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Inggris a.n Rahayu Citra Utami (XI BB 1)

Juara 1 Lomba LKTI a.n Farah Fakhrunisa (XII MIPA 1)

Juara 1 Lomba Senior Film Indie a.n TIM Cinematografi SMA Muhammadiyah Wonosobo

Kegiatan olimpiade yang dilaksanakan di Kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) ini dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 25 dan 26 Agustus 2017. Adapun tujuan diadakannya kegiatan Olympicad tahun 2017 adalah untuk menentukan perwakilan (kontingen) Jawa Tengah yang akan ikut serta dalam Olyimpicad Nasional tahun 2017 yang akan diselenggarakan selama tiga hari pada tanggal 26 – 29 Oktober 2017 di Lampung.

Selama 2 hari kegiatan lomba, seluruh peserta bersaing dengan sangat selektif, kompetitif serta penuh dengan tantangan. Suasana penuh keakraban terlihat pula pada saat persaingan berlangsung.

Dengan adanya kebijakan perguruan tinggi yang sekolah berakreditasi A, yaitu siswa yang dapat mengikuti seleksi sebanyak 50% dari total jumlah siswa kelas 12, maka  Alhamdulillah pada tahun pelajaran 2016/2017 kali ini siswa yang telah diterima sebagai mahasiswa melalui jalur SNMPTN meningkat menjad 19 siswa. Kepada para siswa dan orang tua tentunya sangat membanggakan sekali bisa diterima di perguruan tinggi yang didambakan, terlebih rekan-rekan guru yang mengajar para siswa tersebut.

Pelaksanaan seleksi SNMPTN diawali dengan pengisian data di PDSS, kemudian para siswa memverifikasi data isian, selanjutnya para siswa berkonsultasi dengan masing-masing guru pendamping yang telah disediakan oleh sekolah dalam hal pemilihan program studi dan perguruan tinggi. Adapun siswa-siswi yang diterima tersebut antara laian :

Continue reading

Seleksi Olimpiade Sains SMA Tingkat Kabupaten Wonosobo yang diselenggarakan di SMAN 2 Wonosobo pada tanggal 14 Maret 2017 menghasilkan kembali prestasi untuk siswa-siswi SMA Muhammadiyah  Wonosobo, yaitu :

Juara II : Bidang Geografi a.n. Arif Irmawan (11-MIPA.4)

Juara II : Bidang Kebumian a.n. Bangkit Priyambodo (11-MIPA.1)

Juara II : Bidang Komputer a.n. Bagus Andhika Kurnia Wibowo Ansori (11-MIPA.3)

Juara IV : Bidang Kebumian a.n. Elsa Muflihah (11-MIPA.2)

Selanjutnya para juara tersebut aka mengikuti seleksi di tingkat Provinsi yang akan diselenggarakan pada tanggal 7-10 Mei 2017

Kejuaraan Magelang Open Taekwondo Championship Walikota Cup ke V se Jawa-Bali yang diselenggarakan pada tanggal 3-5 Februari 2017 oleh pemerintah kabupaten Magelang menorehkan lagi prestasi untuk siswa SMA Muhammadiyah Wonosobo yang diwakili oleh Heroku Hakiki Ramadhanu (siswa kelas 10-IPS.5). Dalam kejuaraan ini beliau memperoleh Juara III.

 

Prestasi membanggakan kembali diraih SMA Muhammadiyah Wonosobo, prestasi kali ini diraih dari ajang Olimpiade Geografi Nasional (OLGENAS) tingkat SMA tahun 2017. Perwakilan dari SMA Muhammadiyah Wonosobo yakni Iqbal Ma’ruf Al Ashari dan Arba’ Khoirul Mizan berhasil meraih medali perak dengan menyingkirkan peserta lain yang berasal dari 169 SMA di seluruh Indonesia.

Medali Perak OLGENAS 2017

Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada tim peraih medali perak OLGENAS 2017

Kegiatan olimpiade yang berpusat di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 10 – 13 Januari 2017. Pelaksanaan olimpiade sendiri dilakukan ke dalam beberapa tahapan di lokasi yang berbeda. Tahap tes tertulis dan pameran poster dilaksanakan di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, selanjutnya tahap Field Trip dilaksanakan di bukit Menoreh dan Waduk Sermo Kulon Progo dan tahap terakhir presentasi essay di aula Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Tujuan diadakannya kompetisi Olimpiade Geografi Nasional (OLGENAS) tingkat SMA tahun 2017 ini tidak lain adalah untuk meningkatkan kompetisi di bidang geografi bagi siswa peserta ekstrakurikuler OSN Geografi. Selain itu juga untuk pendalaman materi tentang ruang lingkup geografi sebagai persiapan kompetisi di ajang International Geography Olimpiad (IGO).

Selama 4 hari kegiatan lomba, seluruh peserta bersaing dengan sangat selektif, kompetitif serta penuh dengan tantangan. Suasana penuh keakraban terlihat pula pada saat persaingan berlangsung.

Tim geografi Indonesia berhasil meraih 1 medali perak, 2 perunggu dalam International Geography Olympiad (IGeO) ke 10 yang berlangsung 30 Juli hingga 7 Agustus 2013 di Kyoto, Jepang. Mereka adalah Nuresa Riana Nugraha dari SMAN 1 Lembang (Perak),  Asahi Idarmanto SMAN 5 Yogyakarta (Perunggu), Aditya Pradana SMA Muhammadiyah Wonosobo (Perunggu) dan Asthina Novita Syanur Sman 1 Metro Lampung (Tidak memperoleh medali).

IKLAN-ADIT-WIS-DADI-KARO-BALIHO-4
IGeO merupakan kompetisi geosains dan geografi yang ditujukan untuk siswa Sekolah Menengah Atas dengan usia 16-19 tahun. Tujuan diadakannya lomba ajang internasional ini untuk meningkatkan minat dan perhatian generasi muda dalam mempelajari geografi serta lingkungan. Test dalam lomba ini mencakup a written response test dan a multimedia test an a fieldwork test. IGeO ke 10 ini diikuti oleh 34 tim dari berbagai negara, masing-masing tim terdiri dari 4 siswa dan 2 pendamping.
Keikutsertaan tim geografi Indonesia di ajang IGeO seluruhnya dibiayai oleh pemerintah Indonesia, dalam hal ini Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berkaitan dengan hasil yang diperoleh tim Indonesia, Direktur Pembinaan SMA Harris Iskandar Ph.D menjelaskan, bahwa untuk geografi kita masih mempelajari strategi-strategi baik itu konten, lingkup dan sebagainya. Pembinaannya juga akan ditingkatkan, namun dari hasil yang kedua ini, sudah bagus sekali dapat memperoleh medali perak. Insya Allah, tahun depan bisa memperoleh emas. “Dari perolehan ini kami berikan apresiasi, sekecil apa pun itu. Mereka kan sudah berusaha.” Ujarnya.
Sedangkan Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik Suharlan SH, MM menambahkan, “Kami merasa bangga juga, namun tetap dilakukan evaluasi-evaluasi terkait dengan pembinaan.”
Selaku tim Leader, Ir. Samsul Bachri, M.Eng, Ph.D mengungkapkan, meski kegiatan ini baru kedua kalinya diikuti oleh tim Indonesia, kerja keras untuk memperoleh medali selalu dilakukan. “Kami menseleksi siswa dari bidang studi kebumian, mereka dilatih dengan intensif. Kami membeli buku-buku geografi dari Singapura sebab kami tahu negara itu selalu menjadi juara umum. Buku-buku itu kami berikan pada mereka untuk dipelajari. Soal-soal yang diberikan dalam olimpiade lebih sulit memang, tapi kita coba untuk memberikan kepada mereka. Mudah-mudahan tahun depan tim olimpiade geografi dapat memperoleh emas.” Harapnya.
Selain tim leader, peserta IGeO Indonesia didampingi juga oleh Drs. Joko Wiratmo MP sebagai deputy leader. “Karena baru mengikuti kegiatan ini dua kali, kami masih mencari bentuk yang tepat untuk menghadapi olimpiade geografi, mudah-mudahan tahun depan kita bisa meraih keberhasilan yang lebih tinggi lagi.”  Tambahnya. FNY

 

Sumber Tulisan: Website Direktorat Pembinaan SMA (http://psma.kemdikbud.go.id)

 

Penghargaan di Kyoto, Jepang :

1.Medali Perunggu IGeo (International Geography Olympiad) 2013

2.Second prize poster presentation (Juara 2, poster dan presntasi poster mengenai local wisdom “kearifan lokal”)

 

Negara Indonesia menempati peringkat 8 dunia dari 32 negara partisipan, dengan perolehan 1 perak 2 perunggu dan second prize poster presentation, sementara juara umum (peringkat 1) dari romania (3 emas, 1 perak), disusul kroasia (2 emas, 2 perak), dan peringkat 3 singapura (2 emas, 1 perak, 1 perunggu). Sedangkan Denmark peringkat 11, belanda peringkat 12, Inggris peringkat 13, United States of America peringkat 14 dan Jepang sebagai tuan rumah peringkat 15.

 

Test yang diikuti :

  1. Written Response test (test tertulis), yang terdiri dari 6 section dimana section tiap tahunnya berbeda, tahun 2013 mengenai tourism and management (pariwisata dan manajemennya), managing urban area (memanajemen kawasan perkotaan), vulcanism and tectonism ( vulkanisme dan tektonisme), world development ( pembangunan dunia), climate change (perubahan iklim), world management in energy and resources (management sumberdaya dan energi dunia), dimana soal tertulis ditulis dengan sistem essay berbahasa inggris.
  2. Fieldwork test (test lapangan), melakukan pemetaan (mapping) tata guna lahan kawasan fushimi, membuat grafik penampang topografi , dan membuat draft perencanaan kota dan tata kota fushimi masa depan serta pembangunan konstruksi (hard engineering) dan konservasi lahan guna (soft engineering) menanggulangi banjir.
  3. Multimedia test

4.Poster presentation mengenai local wisdom, Indonesia mengangkat tema “Sistem sanitasi tradisonal Kampung naga, Jawa Barat yang sesuai prinsip sustainable development”

 

Selain itu terdapat cultural exchange (pertukaran budaya), kegiatannya berupa membuat origami khas jepang dengan didampingi siswi Kyoto Prefectural senior high school, menyanyikan lagu sukiyaki bersama, gift exchange ( pertukaran souvenir) dari tiap2 negara, dan fashion show baju adat tradisional tiap negara.

 

Tanggal pelaksanaan lomba : 30 Juli-5 Agustus 2013 dikota Kyoto, dan 6-7 Agustus berwisata mengikuti trip IGeo post excursion di kota Tokyo

 

Usai keikutsertaan tim Olimpiade Geografi Indonesia dalam International Geography Olympiad (iGeo) masih seumur jagung. Namun, hal itu tidak menjadi halangan mereka untuk tetap berprestasi. Indonesia sendiri baru mengikuti olimpiade geografi internasional ini sejak tahun 2013, saat itu iGeo ke-10 dilaksanakan di Kyoto, Jepang. Pulang dari International Geography Olympiad ke-11 yang diadakan di Krakow, Polandia, 12-18 agustus 2014 tim geografi merah putih berhasil menyabet 1 medali perak lewat Aditya Pradana (SMA Muhammadiyah Wonosobo), dan 2 medali perunggu masing-masing lewat Uyun Chariza Aziza (MAN Insan Cendekia) dan Asri Hadiyanti Giastuti (SMAN 1 Bogor). Tim Geografi Indonesia juga meraih penghargaan kelompok yaitu juara 3 presentasi poster yang mengusung judul “Bandung, Glooming Trash, Blooming Crash”. Poster dari 3 negara terpilih ini (New Zealand, Nigeria, Indonesia) dipamerkan pada pembukaan International Geography Union Congress. Ada 3 kategori yang diujikan pada iGeo tahun ini, yaitu

pertama, tes tertulis (40%) dengan topik meliputi Geologi dan Coastal Landform, Forest Resources, Global Ecological Footprint, Impact of Global Warming dan Population and Health.

Klik Disini Foto Olimpiade Internasional Geografi

Kedua, keterampilan observasi lapangan (40%) tentang mapping dan spatial analysis oh the uses of public space, analisi dan penarikan kesimpulannya.

Dan kategori ketiga adalah pengetahuan umum tentang geografi dunia disajikan secara visual melalui multi media (20%). Tim Indonesia mengakui faktor bahasa cukup menjadi kendala.

Meski selama persiapan faktor bahasa masuk dalam pelatihan dan dipersiapkan sebaik mungkin, tetap saja timbul kendala. “Olimpiade geografi ini adalah salah satu olimpiade yang tanpa terjemahan. Semua soalnya menggunakan Bahasa Inggris,” ujar Adit.

Uyun menambahkan meski mereka siap dengan Bahasa Inggris, namun, ketika bertemu frase atau beberapa istilah geografi yang menggunakan Bahasa Inggris mereka agak kesulitan mengartikannya. “Buku-buku Geografi Indonesia yang ada tidak lengkap.

Jadi, ketika kami bertemu dengan isitilah yang menggunakan bahasa asing, kami agak kesulitan menerjemahkannya. Nggak jarang kami salah mengartikan,” imbuh Uyun. Kendala lain selain bahasa tahun ini adalah tes lapangan. Belajar dari olimpiade tahun lalu, sebenarnya persiapan tim geografi Indonesia 2014 sudah cukup maksimal. Hanya saja tingkat kesulitan soal tahun ini sangat tinggi.

Salah satunya adalah tes lapangan. Jika pada tahun lalu tes lapangan hanya pemetaan kawasan saja, tahun ini mereka harus melakukan pemetaan public space. Pengalaman ini menjadi sebuah pekerjaan rumah yang penting terutama untuk para pembina tim Geografi Indonesia.

“Kami baru 2 tahun ikut olimpiade ini. Tapi kami mampu bersaing. Hasil tahun ini dan kemarin jadi catatan penting untuk team leader. Kami akan segera melakukan perbaikan terutama pada saat persiapan,” ujar Syamsu Bahri, pembina Tim Geografi Indonesia.

Lebih jauh lagi, tim Geografi Indonesia 2014 berharap materi geografi yang diajarkan di sekolah-sekolah bisa ditingkatkan kualitasnya. “Geografi dasar yang diajarkan di sekolah berbeda dengan yang diterapkan di olimpiade. Kalau dibandingkan seperti ada ketimpangan. Kami seperti tidak mendapat dasar geografi sebenarnya. Jadi seperti belajar dari nol lagi,” kata Adit.

Sumber Tulisan : http://siswapsma.org/v2/artikel/read/381/indonesia-tetap-bertaring-di-olimpiade-geografi-internasional-

DIKPORA-DIY Selain menggadakan Olimpiade Geografi Nasional Tingkat SMP, Fakultas Geografi UGM kembali menggelar Olimpiade Geografi Nasional Tingkat SMA 2015. Olimpiade Geografi tahun ini terdiri dari 76 tim yang berpartisipasi dalam acara ini berasal dari berbagai SMA seluruh Indonesia. Berlangsung selama 3 hari setelah selesainya Olimpiade Geografi Nasional Tingkat SMP.

Acara kegiatan pada hari Rabu (28/1) sampai Kamis (29/1) OLGENAS 2015 yang diselenggarakan pada merupakan pembuka bagi berlangsungnya olimpiade geografi nasional tingkat SMA. Digelar Seminar Nasional digelar mengusung tema “Potensi Energi Terbarukan Indonesia dalam Agenda Sustainable Development Goals” dengan menghadirkan empat orang pembicara yaitu Harry Seldadyo, Ph.D. dari UNDP, Verina Wargadalam mewakili Ir. F. X. Sutijastoto, MA. selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumberdaya Mineral Kementrian ESDM Indonesia. Serta berlangsungnya penyelenggaraan Ujian Tulis dan Ujian Multimedia. Serta digelar dua acara utama yaitu Outdoor Learning sebagai tahap perlombaan kedua berorientasi pada pengenalan bentang lahan di wilayah Yogyakarta dan Workshop Guru Pendamping SMA.

Pada hari terakhir Jum’at (30/2) merupakan penutup seluruh rangkaian Olimpiade Geografi Nasional tahun 2015. Rangkaian acara di hari terakhir ini meliputi Materi Pembekalan Geografi yang disampaikan oleh Dr. Sukamdi, M. Sc., Dosen Fakultas Geografi UGM dan Diskusi MGMP dengan dua pembicara yakni Prof. Dr. Hartono, DEA, DESS selaku ketua Umum Ikatan Geografi Indonesia dan perwakilan DISPORA DIY. Kedua acara tersebut digelar dalam waktu bersamaan dengan audience yang berbeda, Materi Pembekalam Geografi yang diadakan di Auditorium Merapi Fakultas Geografi UGM dikhususkan bagi peserta Olgenas 2015.

Rangkaian Olgenas 2015 dilanjutkan dengan pembacaan 10 besar kemudian babak final yang mencakup presentasi essay, dan memberikan argument terkait studi kasus serta video. Kesepuluh tim yang masuk dalam 10 besar diantaranya adalah MAN Insan Cendekia Gorontalo, SMA 1 Pacitan, SMA 1 Kebumen, SMA 1 Wonosobo, SMA 1 Bojonegoro, SMA 3 Semarang, SMA Muhammadiyah Wonosobo, SMA 8 Malang, MAN Paron, MA Husnul Khothimah. Masing-masing tim tersebut menjalani babak final secara acak. Juri yang menilai, memberikan tanggapan dan pertanyaan adalah Dosen-Dosen Fakultas Geografi UGM yakni Bapak Djoko Christanto, Bapak Djaka Marwasta, dan Bapak Lutfi Muta’ali.

Usai babak final, tibalah saatnya pembacaan Juara dengan beberapa Kategori serta Pemenang Olgenas Juara 1, 2 dan 3. Kategori the best poster diraih oleh SMA 1 Bojonegoro, the best essay oleh SMA Muhammadiyah Wonosobo, the best foto yakni MAN 3 Batam, the best studi kasus oleh SMA IT Raudhatul Jannah, the best theory oleh SMA 3 Semarang, the best multimedia oleh SMA 1 Kebumen, the best outdoor learning yaitu SMA 1 Surakarta, the best jawa yaitu SMA 3 Semarang, best region sumatera yaitu SMA Unggul Del, the best Bali yaitu SMA 3 Denpasar, the best Kalimantan oleh SMA 10 Samarinda, dan kategori terakhir the best Sulawesi oleh MAN Insan Cendekia Gorontalo. Sementara itu, untuk trofi Kementrian Pendidikan Dasar & Menengah dan Kebudayaan dimenangkan oleh SMA 3 Semarang, trofi Pemerintah Provinsi DIY diraih oleh SMA 1 Kebumen, dan trofi dari UGM diraih oleh SMA Muhamadiyah Wonosobo. Olgenas 2015 ditutup riuh tepuk tangan saat penyerahan hadiah dan piala bagi juara.

Sumber : www.pendidikan-diy.go.id

Peringkat Nama Sekolah Judul Essay
1. SMA Muhammadiyah WonosoboOleh : Reviana Latifah dan Anggita Yuliani PENGEMBANGAN EUCALYPTUS: USAHA KEDAULATAN EKONOMI MASYARAKAT DIENG BERBASIS LINGKUNGAN DALAM RANGKA MENYONGSONG SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS
2. SMA Gonzaga, Jakarta SelatanOleh : Bella Aprilia dan Adiyaksa Pratama GEOGRAFI SEBAGAI DASAR KEBIJAKAN PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK KETAHANAN PANGAN DAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DI DKI JAKARTA
3. SMA Harapan 1 MedanOleh : Dini Damarpertiwi Dermawan dan Assyafa Putri Nadira PERAN ESEG (ENVIRONMENTAL, SOCIAL AND ECONOMIC GEOGRAPHY) DALAM MENGEKOEFISIENSI LAHAN BUAH DAN SAYUR UNGGULAN DI KABUPATEN KARO
4. SMA N 1 Sampang CilacapOleh : Arin Zahrotul Wafiyah dan Fera Agurini PENGEMBANGAN POTENSI NUSAKAMBANGAN DAN SEGARA ANAKAN SEBAGAI OBJEK WISATA DENGAN MENERAPKAN MOTTO ONE DAY WITH THE BEAUTY OF CILACAP GUNA MENINGKATKAN DEVISA KABUPATEN CILACAP
5. MAN 1 Paron NgawiOleh : Ridho Kurnia dan Mohammad Faisal N. PENGELOLAAN PERTANIAN PADI DENGAN LESMAN (LESTARI DAN MANDIRI) UNTUK KEBERLANJUTAN PANGAN DI KABUPATEN NGAWI
6. SMA N 1 WonosoboOleh : Akifa Laila Rusyada dan Dema Tata Laksana STRATEGIC PLAN SUSTAINABLE TOURISM DEVELOPMENT : PENGELOLAAN KEPARIWISATAAN DESA WISATA WORA-WARI SECARA MANDIRI DI LINGKUNGAN MASYARAKAT KONSERVATIF
7. SMA N 1 SurakartaOleh : Muhammad Khasan Abdurrohman dan Agung Kusumo SUSTAINABLE ECONOMIC GROWTH : BERKILAU DIMATA ASING REDUP WISATAWAN LOKAL (PENYUKSESAN DESA WISATA GAMELAN WIRUN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN LOKAL)
8. SMA N 1 Sumatra SelatanOleh : Doni Susanto dan Ilham MEMANFAATKAN ECENG GONDOK “SI MULTITALENT” MEMBANGUN PEREKONOMIAN DAN LINGKUNGAN
9. SMA N 4 PalangkarayaOleh : Fajar Alam dan Rika Devi Siringoringo PENGELOLAAN LINGKUNGKAN DAN SUMBER DAYA LAHAN KEBUN KARET
10 SMA N 1 BanjarnegaraOleh : Fetri Rosdiana dan Aliva Rizka Riyandari MAHONI SEBAGAI TANAMAN PENYELING TUMPANG SARI SOLUSI DILEMA HOLTIKULTURA BANJARNEGARA
11. MAN 1 YogyakartaOleh : Navi Risanti dan Nurizza Salsa Alafia Hakim PENINGKATAN ANTUSIASME MASYARAKAT RANDUGUNTING TERHADAP BANK SAMPAH MAWAR MELALUI PENDEKATAN EKOLOGI GUNA PENCAPAIAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
12 SMA N 1 BalikpapanOleh : Sepbryel Gedalya Rizky Sarungu dan Raden Ario Tandyo Gutomo Saleh PENERAPAN EKOEFISIENSI DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM MINYAK BUMI DI STRUKTUR LOUISE
13 SMA N 8 MalangOleh : Nora Galuh Candra Asmarani dan Wikan Saktianto OLAHAN BUAH DAN KULIT JERUK SEBAGAI PENAMBAH NILAI EKONOMIS SERTA ALTERNATIF PENGURANGAN PENGGUNAAN PESTISIDA DAN PUPUK KIMIA PADA DESA SELOREJO DALAM UPAYA PEMBANGUNAN EKONOMI BERWAWASAN LINGKUNGAN
14 MA Al Hamidiyah, DepokOleh : Sari Uyun Yuliana dan Mutiara Rahmanda Putri GREEN CITY : PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN KOTA DEPOK DALAM UPAYA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
15 SMA N 1 PurwokertoOleh : Hilmi Alif Santiago dan Faida Nasiroturrohmah “REPLACE ORDINARY SUGAR WITH PALM SUGAR” MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PENDERES DESA SOKAWERA BANYUMAS
16 SMA N 1 BojonegoroOleh : Ahmad Sulthon Alauddin dan Bagus Dwi Cahya STRATEGI PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN EKOSISTEM KARST SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT
17 SMA N 2 SamarapuraOleh : Cok Agung Aditya Surya Dinata dan Ni Kadek Sri Guntari PERAN SUBAK DAN GEOGRAFI PERTANIAN DALAM MENGATASI ALIH FUNGSI LAHAN DI KABUPATEN KLUNGKUNG
18 SMA N 3 SurakartaOleh : Albert Drajad B dan M Salman Alfarisi MENGOPTIMALKAN POTENSI PRODUK BATIK DI KAMPUNG BATIK LAWEYAN UNTUK MENGHADAPI MEA 2015 DAN MENYONGSONG AGENDA PASCA 2015 : SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS
19 SMA N 3 JombangOleh : Muhammad Yasiqy Haidar Banna dan Kiky Indah Sari PEMANFAATAN LAHAN KAPUR YANG BERKELANJUTAN DALAM RANGKA MENYONGSONG AGENDA PASCA 2015 DI KECAMATAN NGUSIKAN
20 MA Husnul Khotimah, KuninganOleh : Rizky dan Farhan Anshary GEOTHERMAL GUNUNG CIREMAI : PELUANG DAN TANTANGAN

SK Penerima Beasiswa Bakat dan Prestasi
Pada Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten Tahun 2013

Alhamdulillah 5 (lima) siswa SMA Muhammadiyah Wonosobo yang menjuarai olimpiade sains di tingkat Kabupaten Wonosobo tahun 2013 memperoleh beasiswa Bakat dan Prestasi berdasarkan Surat Keputusan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 2761/D2/KU/2013 Tertanggal 15 Agustus 2013 tentang Daftar Nama Siswa SMA Penerima Beasiswa Bakat dan Prestasi pada Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten Tahun 2013.

Pemberian beasiswa ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap siswa-siswi yang berprestasi sehingga dapat memacu siswa lain untuk terus dan terus berprestasi dimasa mendatang, besarnya beasiswa yang diterimakan per siswa adalah Rp. 3.600.000,- (tiga juta enam ratus ribu rupiah) dan penerimaannya langsung ke rekening para siswa tersebut.

Adapun ke-lima siswa tersebut sebagai berikut:

Nama siswa : ADITYA PRADANA
NIS / NISN : 11744 / 9971743140
Kelas : XII-IPA.1
Juara : Juara I OSN Kebumian

Nama siswa : MIFTAKHUL HASAN
NIS / NISN : 11911 / 9951380523
Kelas : XII-IPA.1
Juara : Juara II OSN Fisika

Nama siswa : MOHAMAD FAHRULI WAHYUJATI
NIS / NISN : 11914 / 9961594789
Kelas : XII-IPA.1
Juara : Juara I OSN Matematika

Nama siswa : WAHYU BUDI WICAKSONO
NIS / NISN : 12020 / 9961596854
Kelas : XII-IPA.1
Juara : Juara III OSN Kimia

Nama siswa : WINDARTI WAHDANINGRUM
NIS / NISN : 12024 / 9951577815
Kelas : XII-IPA.1
Juara : Juara II OSN Geografi