November 2017
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Arsip Artikel

KILAS BALIK PENDIRIAN

SMA MUHAMMADIYAH WONOSOBO

(Update : 12 Mei 2017)

 

LATAR BELAKANG

Merunut sejarah pendirian suatu organisasi, misalnya sejarah pendirian sekolah tentu memerlukan sumber informasi dari si pelaku itu sendiri dan bukti-bukti otentik yang dapat dipertanggungjawabkan. SMA Muhammadiyah Wonosobo dalam rangka Milad ke-35 berusaha mendokumentasikan hal tersebut melalui wawancara langsung dengan beberapa tokoh yang turut serta mendirikan sekolah pada saat itu, diantaranya Bapak. Moch. Kosim, Bapak Moch Zaid, Bapak Muhtarudin Abbas, Bapak Sutikno, Bapak Munir Husni dan lain sebagainya. Disamping melalui wawancara, sumber informasi juga berasal bukti-bukti tertulis yang tersimpan di arsip sekolah maupun arsip di Majelis Dikdasmen Kabupaten Wonosobo. Hasil selengkapnya dapat kami uraikan dalam ulasan di bawah ini.

Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi para tokoh-tokoh Muhammadiyah ditingkat PDM Kabupaten Wonosobo yang saat itu dipegang Bapak Moch Zaid (Ketua), Bapak Moch. Kosim (Wakil Ketua I), dan Bapak Muhtarudin Abbas (Wakil Ketua II) pada saat akan mendirikan SMA Muhammadiyah Wonosobo, diantaranya adalah :

  1. Adanya harapan syiar dakwah Islam secara Kaffah melalui jalur pendidikan formal. Sehingga para generasi muda dapat melaksanakan atau mengamalkan ayat – ayat Kauliyah dan ayat – ayat Kauniyah secara seimbang dalam kehidupan bermasyarakat.
  2. Adanya persaingan yang sehat (Fastabiqulqoirot) diantara sekolah – sekolah swasta yang sudah berdiri.
  3. Sudah adanya SMP Muhammadiyah Wonosobo saat itu yang merupakan salah satu aset dalam mengkader calon – calon pemimpin Muhammadiyah di masa mendatang. Diharapkan lulusan dari SMP ini agar dapat melanjutkan sekolah di lingkungan Muhammadiyah.

Berdasarkan hal tersebut diatas, kemudian PDM Kabupaten Wonosobo memberi amanat kepada Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Kabupaten Wonoosbo (saat itu dipegang oleh Bapak Sutikno, BA) untuk merintis dan melengkapi persyaratan-persyaratan dalam pendirian SMA Muhammadiyah Wonosobo. Oleh Majelis Dikdasmen, kemudian ditindak lanjuti dengan serangkaian pertemuan-pertemuan dengan kronologis sebagai berikut :

  1. Tanggal 2 Januari 1979, diadakan rapat yang dihadiri oleh semua pengurus Majelis Dikdasmen untuk menyampaikan dan membahas data statistik yang terkumpul dari Dinas Pendidikan Kabupaten Wonosobo, yaitu:
  2. Jumlah SMP yang ada di Kabupaten Wonosobo ada sebanyak 23 sekolah, terdiri dari 9 sekolah merupakan SMP Negeri dan 14 sekolah SMP Swasta.
  3. Jumlah murid SMP kelas III saat itu ada sejumlah 1589 anak, terdiri dari 864 anak ada di SMP Negeri, dan 725 anak ada di SMP Swasta.
  4. Jumlah SMA yang ada di Kabupaten Wonosobo saat itu baru ada 7 sekolahan, yaitu 4 sekolah merupakan SLTA Negeri dan 3 sekolah SLTA swasta.
  5. Jumlah murid SMP saat itu yang tertampung menjadi siswa SLTA di Kabupaten Wonosobo baru sebanyak 697 anak dari 1589 anak lulusan SMP. Dari jumlah anak yang tertampung di SLTA saat itu ternyata 508 anak diterima di SLTA Negeri dan 189 anak diterima di SLTA Swasta.
  6. Jumlah ruang kelas untuk SLTA yang tersedia baru sebanyak 18 buah, terdiri dari 13 ruang kelas ada di SLTA Negeri dan 5 ruang kelas ada di SLTA Swasta.
  7. Tanggal 10 Januari 1979, Surat Pengajuan ijin pendirian SMA Muhammadiyah Wonosobo lengkap, kemudian berkas-berkasnya diajukan ke Kantor Wilayah P dan K Provinsi Jawa Tengah
  8. Tanggal 9 Februari 1979, konsultasi I perihal ijin pendirian
  9. Tanggal 12 Maret 1979, konsultasi II perihal ijin pendirian
  10. Tanggal 15 April 1979, konsultasi III perihal ijin pendirian (saat itu untuk pendirian suatu sekolah baru agak sulit)
  11. Tanggal 10 Mei 1979, persiapan ijin pendirian diperiksa oleh Tim dari Kanwil P dan K Provinsi Jawa Tengah. Ternyata hasil akhirnya adalah “Permohonan ijin pendirian SMA Muhammadiyah Wonosobo dikabulkan dan diijinkan untuk mulai dibuka pada tahun pelajaran baru 1979/1980.
  12. Tanggal 12 Mei 1979, Majelis Dikdasmen mulai menyebarkan pengumuman untuk penerimaan siswa baru.

Setelah 6 bulan tahun ajaran baru dilaksanakan, kemudian oleh Majlis Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Kab. Wonosobo dituangkan dalam Surat Keputusan Nomor : E-1/97/1979 tertanggal 15 Desember 1979 tentang “Pendirian SMA Muhammadiyah 1 Wonosobo “.

Surat Keputusan tersebut mengacu pada SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 23628/MPK/1974 tertanggal 24 Juli 1974, tentang “Pernyataan Muhammadiyah sebagai Badan Hukum yang Bergerak dalam bidang Pendidikan & Pengajaran“. Tanggal 15 Desember 1979 inilah yang kemudian dicanangkan sebagai tanggal pendirian SMA Muhammadiyah Wonosobo.

 

PERIODE PERKEMBANGAN

Pada awal pendirian yaitu tahun pelajaran 1979/1980, pada awal pendirian ini, setelah bersaing ketat dengan SMA PGRI Wonosobo yang juga berdiri pada tahun pelajaran tersebut. Alhamdulillah SMA Muhammadiyah Wonosobo mampu mendapatkan 49 siswa. Proses belajar mengajar saat itu dilaksanakan pada sore hari dan bertempat di gedung SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo. Pada tahun pelajaran ini pula terjadi perubahan akhir tahun pelajaran yang semula pada bulan Desember diganti menjadi bulan Juni.

Yang menjalankan tugas (YMT) selaku kepala sekolah di percayakan kepada Bapak Munir Husni, BA (PNS Depag Kabupaten Wonosobo), sedangkan guru yayasan baru Bapak Muhtarudin Abbas dan Bapak Fatchurrohman, BA. Tata usaha yang ada baru Bp. Rasman (almarhum), Muhasyim, dan Wahidun (penjaga sekolah). Untuk Guru lainnya masih guru bantuan dari sekolah-sekolah yang ada di Kabupeten Wonosobo dan guru bantuan tersebut saat itu tanpa HR, diantaranya:

  1. Dari SMA Negeri Wonosobo
  • Kadis Sardjono
  • Sumardjiman, BA
  • Anggoro, BA
  • Sudiyono, BA
  1. Dari SMEA Negeri Wonosobo
  • Sutarjo, BA
  • Ahmad Kustandar, Bc.Hk
  1. Dari SPG Wonosobo (sekarang SMA Negeri 1 Mojotengah)
  • Suparlan
  • Murtedjo, BA
  • Masruri, BA
  • Slamet Sukarno
  • Siti Juwariyah, BA

Menginjak tahun kedua, yaitu tahun pelajaran 1981/1982 SMA Muhammadiyah Wonosobo hanya mampu mendapatkan siswa sebanyak 2 kelas. Sedangkan SMA PGRI Wonosobo mendapatkan siswa sebanyak 3 kelas. Salah satu penyebabnya karena ada kebijakan pengurus PGRI saat itu yang mewajibkan para anggota PGRI untuk menyekolahkan putra-putrinya ke SMA PGRI Wonosobo. Disamping karena SMA Kristen Wonosobo juga berdiri pada tahun pelajaran yang sama dan saat itu mampu mendapatkan siswa sebanyak 3 kelas. Pada tahun pelajaran ini terjadi pergantian kepala sekolah dari Bapak Munir Husni, BA kepada Bapak Moch. Kosim.

Pada tahun ketiga, yaitu tahun pelajaran 1982/1983 dengan dimotori oleh Bapak Moch Kosim dan berdasarkan pengalaman tahun pelajaran sebelumnya SMA Muhammadiyah Wonosobo mulai melakukan pembenahan-pembenahan, diantaranya melalui peningkatan kedisiplinan saat KBM, melakukan tambahan belajar pada malam hari untuk mapel-mapel yang termasuk mapel Ujian Nasional, dan melakukan pembelian tanah seluas 3600 m2 yang berlokasi di Jalan RSU Gang Cemara serta mulai dibangun secara bertahap untuk ruang kelas. Pada tahun ini, untuk pertama kalinya siswa-siswi SMA Muhammadiyah Wonosobo mengikuti Ujian Nasional yang menginduk di SMA Negeri Wonosobo dan 62% siswa-siswinya bisa lulus. Kelulusan saat itu merupakan kelulusan terbaik untuk sekolah swasta yang ada di Kabupaten Wonosobo.

Dalam kurun waktu tiga tahun semenjak berdirinya, didapatkan informasi bahwa guru-guru yang turut andil dalam perkembangan SMA Muhammadiyah Wonosobo berasal dari 4 (empat) komponen, yaitu:

  1. Guru Yayasan
  • Bapak Munir Husni, BA (kepala Sekolah 1979 – 1982)
  • Bapak Moch. Kosim (kepala sekolah mulai 1982)
  • Bapak Fatchurrohman (guru agama dan wakil kepala sekolah)
  • Bapak Muhtarudin Abbas (guru Kemuhammadiyahan dan Bendahara)
  1. Guru bantuan dari SMA Negeri Wonosobo
  • Bapak Janhadi, BA (guru Fisika)
  • Bapak Kadis Sarjono (guru Aljabar)
  • Bapak Sukiman (guru Aritmatika)
  • Bapak Anggoro (guru Bahasa Indonesia)
  • Bapak Sukirman (guru Lukis dan Elektro)
  • Bapak Sudiyono (guru Bahasa Inggris)
  • Ibu Farida (guru Biologi)
  • Ibu Endah Wahyuningsih (guru Akuntansi)
  • Bapak Sumarjiman (guru Ekonomi)
  • Bapak Drs. Hidayat Syah (guru PMP)
  1. Guru bantuan dari SMEA Negeri Wonosobo
  • Bapak Jaswadi, BA (guru Olah Raga)
  • Bapak Siswadi Jakiyo
  1. Guru bantuan dari SPG Wonosobo
  • Bapak Masruri, BA (guru Bumi dan Antariksa)
  • Bapak Murtejo, BA (guru Kimia dan Seni Musik)

Pada tahun keempat, yaitu tahun pelajaran 1983/1984, SMA Muhammadiyah Wonosobo mendapatkan siswa baru sebanyak 5 kelas, sehingga pada tahun itu jumlah kelas ada 10 kelas terdiri dari kelas I = 5 kelas, kelas II = 2 kelas, dan kelas III = 3 kelas. Mulai tahun pelajaran ini oleh Bapak Moch. Kosim dicanangkan falsafah (sekarang dinamakan Visi), yaitu “Kita Harus Bisa Selangkah Lebih Maju”. Implementasi dari visi ini akan dimulai tahun pelajaran berikutnya dengan melakukan kegiatan sekolah harus masuk pagi, sekolah harus punya gedung sendiri, dan sekolah harus bisa mengangkat guru sendiri.

Guru dan karyawan yayasan yang ada pada tahun pelajaran 1983/1984, antara lain Bapak Fatchurrohman, Bapak Muhtarudin Abbas, Bapak Baniyat (Kepala TU), dan staf tata Usaha Bapak Nugroho, Bapak Wahidun, dan Bapak Moh Abror. Adapun Guru baru yang diangkat sebagai guru yayasan diantaranya:

  • Ibu Dra. Bekti Pertiwi
  • Bapak Eko Susiyono, BA
  • Bapak Ahmad Haris Suharto

Sedangkan guru-guru bantu dari sekolah negeri yang masih dipertahankan keberadaannya diantaranya :

  • Bapak Janhadi, BA
  • Bapak Kusmanto, B.Sc
  • Bapak Drs. Suparmin
  • Bapak Sukiman
  • Bapak Sumarjiman
  • Ibu Dra. Siti Amirin, BA

Pada tahun kelima, yaitu tahun pelajaran 1984/1985, SMA Muhammadiyah Wonosobo mendapatkan siswa baru sebanyak 5 kelas, dan mulai merealisasikan visi yang dicanangkan pada tahun sebelumnya, yaitu:

  • Membeli tanah yang sekarang dipakai untuk kantor PDM Wonosobo. Dalam pembelian ini, sumber dana yang dipakai berasal dari pinjaman UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta)
  • Membeli tanah seluas 3600 m2 dari Bapak Muh. Yusuf (purnawirawan POLRI). Sumber dana berasal dari pinjaman Radio Purnamasidi dengan mengangsur tiap bulan sebesar Rp.500.000,- dari tahun 1983 – 1988
  • Membeli tanah yang sekarang dipakai untuk Masjid Al Arqom
  • Membeli tanah yang sekarang dipakai untuk gedung Olah Raga (GOR) dari pemilik Bapak DR. Slamet Sudarman dan menerima tanah wakaf yang sekarang dipakai untuk Perpustakaan SMA Muhammadiyah Wonosobo.
  • Menambah guru dan karyawan yayasan, misalnya dengan mengangkat guru Bapak Shodiq Al Fajar, BA. Dan Bapak Anis Zubaidi, serta karyawan Bapak Mukhlas.
  • Proses belajar mengajar dilaksanakan pada pagi hari untuk kelas I dengan rincian 3 kelas (IA, IB, dan IC) menempati lokal selatan (Jl. KH. Ahmad Dahlan 10) dan 2 kelas (ID dan IE) menempati lokal utara (Jl. Argopeni)
  • Terselesaikannya penambahan ruang kelas di lokal selatan hingga mencapai 24 ruang.

Pada tahun keenam, yaitu tahun pelajaran 1985/1986, SMA Muhammadiyah Wonosobo mendapatkan siswa baru sebanyak 5 kelas, dan mulai merealisasikan visi yang dicanangkan pada tahun sebelumnya, yaitu:

 

PENGAKUAN DAN PERSETUJUAN DARI INSTANSI

Secara kronologis pengakuan – pengakuan dan persetujuan yang telah diberikan oleh beberapa instansi yang terkait sehubungan dengan pendirian SMA Muhammadiyah 1 Wonosobo, antara lain berasal dari :

  • Kepala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo dengan nomor suratnya : 1612/I.03.07/I/80, tertanggal 24 April 1980, perihal Rekomendasi Pendirian SMA Muhammmadiyah Wonosobo
  • Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Wonosobo, dengan nomor suratnya 421.3/Kesra/80, tertanggal 30 April 1980, perihal Rekomendasi Pendirian SMA Muhammadiyah 1 Wonosobo.
  • Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Jawa Tengah, Majlis Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Jawa Tengah dengan suratnya nomor : E-2/C.222/V/80 tertanggal 21 Mei 1980, yang isinya tentang Rekomendasi Pendirian SMA Muhammadiyah Wonosobo.
  • Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Tengah dengan suratnya nomor : 2177.A/I.03-4/M/80 tertanggal 1 Oktober 1980 yang isinya tentang “Ijin Pendirian SMA Muhammadiyah 1 Wonosobo “.
  • Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah dengan suratnya nomor : 1282/I.03/D/80 tertanggal 4 Oktober 1980, yang isinya tentang “ Persetujuan Pendirian SMA Muhammadiyah 1 Wonosobo “.
  • Kepala Kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Jawa Tengah dengan suratnya nomor : 128/I.03/H/801 tertanggal 29 Desember 1981, yang isinya tentang “ Surat Keputusan Pendirian SMA Muhammadiyah 1 Wonosobo “.
  • Kepala Kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Jawa Tengah dengan suratnya nomor : 2600/I.03/I/81 tertanggal 29 Desember 1981, yang isinya tentang “ Piagam Pengakuan SMA Muhammadiyah 1 Wonosobo Sebagai Sekolah Swasta yang Sah“.

KELEMBAGAAN SEKOLAH

SMA Muhammadiyah Wonosobo berada dalam naungan Yayasan Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah Kabupaten Wonosobo. Badan Hukum yang menjadi landasan Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah Wonosobo dalam penyelenggaraan sekolah Muhammadiyah adalah SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 23628/MPK/1974 tertanggal 24 Juli 1974, tentang “Pernyataan Muhammadiyah sebagai Badan Hukum yang Bergerak dalam bidang Pendidikan & Pengajaran“

  1. Adapaun susunan Kepengurusan Yayasan Majlis Dikdasmen Muhammadiyah Wonosobo dari periode ke periode sebagai berikut :
    1. Periode kepengurusan 1980 – 1985
Ketua Umum : Sutikno, BA
Wakil Ketua : 1.      Ruru Mukodam, BA
2.      Fatchurrohman, BA
Sekretaris : Arif Kusmedi, BA.
Bendahara : 1.  Mawardi, BA
2.  Munir Husni, BA
Anggota : 1.      Sukardjono, BA
2.      Murtedjo, BA
3.      Tukijo, BA
4.      Masruri
  1. Periode kepengurusan 1985 – 1990
Ketua Umum : Sutikno, BA
Wakil Ketua : 1.      Ruru Mukodam, BA
2.      Mawardi Priyo Sunarto, BA
Sekretaris : Arif Kusmedi, BA.
Bendahara : Teguh Ridwan, BA
Anggota : 1.      M. Fadlun, BA
2.      H. Janhadi, BA
3.      Tukiyo, BA
4.      Sukardjono, BA
5.      Masruri, BA

 

  1. Periode kepengurusan 1990 – 1995
Ketua Umum : Sutikno, BA
Wakil Ketua : 1.      Drs. H. Janhadi
2.      Ruru Mukodam, BA
Sekretaris : Arif Kusmedi, BA.
Bendahara : Mawardi Priyo Sunarto, BA
Anggota : 1.      M. Fadlun, BA
2.      Drs. Gendut Waskito
3.      Gatot Wagimin
4.      Sukardjono, BA
  1. Periode kepengurusan 1995 – 2000
Ketua Umum : Drs. Anwar Sumbana
Wakil Ketua : 1.      Drs. Purwanto
2.      Suroso Sugiharjono, BA
Sekretaris : 1.      Arif Kusmedi, BA.
2.      Gatot Wagimin
Bendahara : 1.      Mawardi Priyo Sunarto, BA
2.      H. Mashuri, BA
Anggota : 1.      H. Sukardjono, BA
2.      Anwar Ismail
3.      Bahyan Wisnu Harimurti, BA
4.      H. Adnan, SH.

 

  1. Periode kepengurusan 2000 – 2005
Ketua Umum : Suripto, BA
Wakil Ketua : 1.      Drs. H. Muhson, MM
2.      H. Untara, BA
3.      Gatot Wagiman, Am.Sp.
Sekretaris : 1.      Arif Kusmedi, S.Ag.
2.      Husni Ashidiqi, S.Pd.
3.      Yusuf Efendi, S.Ag
Bendahara : Wondo Wiseno, SE
Anggota : Drs. Triono, M.Pd.

 

  1. Periode kepengurusan 2005 – 2010
Ketua Umum : H. Untara, BA
Wakil Ketua : Arif Kusmedi, S.Ag
Drs. Sudirman
H. Widodo, M.Pd.
Drs. Bambang Sriyono
Sekretaris : Yusuf Efendi, S.Ag
Drs. Triono, M.Pd.
Bendahara : Wondo Wiseno, SE

 

  1. Periode kepengurusan 2010 – 2015
Ketua Umum : Sudirman, S.Pd., M.M
Sekretaris : Yusuf Efendi, S.Ag
Bendahara : Wondo Wiseno, SE
Anggota : 1.      Mulyono, S.Pd., M.M
2.      Drs. Slamet Hasan
3.      Budi Isdiyanto, S.Pd., M.M
4.      Slamet, S.Pd., M.M
5.      Amin Nurita Fajar, ST
6.      Mulyadi, S.Pd.

 

  1. Kepala Sekolah yang pernah menjabat di SMA Muhammadiyah Wonosobo
    1. 15 Desember 1979 – 31 Juni 1982 :            Munir Husni, BA
    2. 01 Juli 1982 – 30 April 1993 : Moch Kosim
    3. 01 Mei 1993 – 30 Mei 1994 : Muhtarudin Abbas
    4. 01 Juni 1994 – 25 Maret 2005 : H. Janhadi
    5. 26 Maret 2005 – 15 Nopember 2013 : H. Shodiq Al Fajar
    6. 16 Nopember 2013 – sekarang : Zulfan Setyanto, ST., M.Kom
  2. Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) : 20331953
  3. Nomor Data Sekolah (NDS)               :            C- 21014001
  4. Nomor Statistik Sekolah (NSS)                :            304030709004
  5. Website sekolah :            http://www.smamuhwsb.sch.id
  6. Perkembangan Status Sekolah :
    1. Status TERDAFTAR, dengan SK Kepala Kantor Wilayah Departemen P dan K Propinsi Jawa Tengah Nomor: 2600/I03/I.81 tertanggal 29 Desember 1981
    2. Status DIAKUI, dengan SK Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor : 665/C7/Kep/I.83 tertanggal 30 Desember 1983.
    3. Status DISAMAKAN, dengan SK Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor : 011/C/Kep/I/1989 tertanggal 01 Pebruari 1989.
    4. Status DISAMAKAN ( Nilai 89 ), dengan SK Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor : 525/C/Kep/I/1993 tertanggal 22 Desember 1993.
    5. Status DISAMAKAN ( Nilai 97 ), dengan SK Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor : 273/C.C7/Kep/MN/1999 tertanggal 17 September 1999.
    6. Status TERAKREDITASI ( A = Amat Baik, Nilai 97,35 ), dengan SK Badan Akreditasi Sekolah Propinsi Jawa Tengah Nomor : 032/BASPROP/TU/III/2005 tertanggal 31 Maret 2005.
    7. Status TERAKREDITASI ( A = Amat Baik, Nilai 95), dengan SK Badan Akreditasi Sekolah Provinsi Jawa Tengah Nomor: Ma 003453, tertanggal 11 Nopember 2009
    8. Status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), dengan SK Direktur Pendidikan Menengah Atas No : 1823/C.C4/LL/2009 tanggal 24 Juni 2009 tentang Penetapan Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional
    9. Status Sekolah/Madrasah/Pesantren Muhammadiyah Unggulan di Lingkungan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah, dengan SK Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor: 254/SK/I.4/F/2012 tertanggal 18 Juni 2012 (28 Rajab 1433H)
    10. Quality Management System – ISO 9001:2008 dari British Standards Institution (BSI) dengan Certificate No.: FS 606508 tertanggal 21 Oktober 2013
    11. Status TERAKREDITASI ( A = Amat Baik, Nilai 96), dengan SK Badan Akreditasi Sekolah Provinsi Jawa Tengah Nomor: 139/BAP-SM/X/2014, tertanggal 20 Oktober 2014
    12. SMA Model Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan dengan SK Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2326.2/D4/KU/2015 tertanggal 01 Juli 2015
    13. Sekolah Induk Cluster dalam pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 terhadap 7 (tujuh) SMA di Kabupaten Wonosobo pada tahun Pelajaran 2015/2016
    14. SMA Kewirausahaan dengan SK Direktorat Pembinaan SMA Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 2970/D4/KU/2016 tertanggal 22 Juli 2016
    15. Sekolah Unggulan Muhammadiyah di lingkungan Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah nomor: 032/KEP/II.4/D/2016 tertanggal 13 Oktober 2016
    16. Quality Management System “ ISO 9001:2015 dari British Standards Institution (BSI) dengan Certificate No.: FS 665540 tertanggal 31 Januari 2017
    17. Mulai tahun pelajaran 2016/2017 kelas 10 sistem pembelajarannya adalah Sistem Kredit Semester (SKS) pola diskontinyu

 

 

 

PERKEMBANGAN PRASARANA PEMBELAJARAN

Semenjak keluarnya  Surat Keputusan  Pendirian SMA Muhammadiyah 1 Wonosobo dari Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Tengah Nomor : 128/I.03/H.81 tertanggal 29 Desember 1981, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan pada sore hari, karena tempatnya masih menumpang di SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo yang ada di Jalan Argopeni No.2 Wonosobo (Belakang Radio Purnamasidi). Jumlah lokal yang dapat dipakai untuk kelas saat itu ada 6 kelas (lihat gambar).

1617_Album Kenangan_Optimum

 

Semenjak berdirinya sampai pada akhir tahun pelajaran 1989/1990 pelaksanaan KBM masih berada di dua lokasi, yaitu sebagian di gedung SMP Muhammadiyah Wonosobo dan sebagian yang lain di gedung yang sekarang kita pakai. Sehingga pengelolaan KBM baik guru yang mengajar maupun jadwal pelajarannya perlu penanganan yang lebih kompleks.

1617_Kilas Balik Sejarah SMA_Lokal Selatan

Baru pada awal tahun pelajaran 1990/1991 kegiatan belajar mengajar semuanya dipindahkan ke lokasi gedung baru, yaitu gedung yang ada di Jalan RSU Gang Cemara No. 20 Wonosobo. Di Lokasi yang baru ini, pada awalnya hanya ada lantai 1 dan lantai 2

1617_Denah Sekolah

Setelah SMA Muhammadiyah Wonosobo mulai memperoleh kepercayaan dari masyarakat, kemudian pengembangan dan peningkatan kualitas dan kuantitas terus ditingkatkan. Dimulai dengan penambahan lahan/tanah hasil pembelian secara swadaya maupun dari hasil wakaf untuk dipakai penambahan lokal baru.

TABEL 1: Lahan SMA Muhammadiyah Wonosobo

(Cuplikan dari arsip Sertifikat Tanah)

No Nama Tanah Hak Milik Nomor Nama Persil Luas Tanah (m2) Keliling (m) Harga Perolehan

(juta)

Tahun Perolehan
1. Bangunan Sekolah 3484 P.98S.I 3780 368 70 1985
2. Tanah GOR 3237 Kp. Sendeng 1302 178 16 1994
3. Tanah Masjid 374 1530 121 16 1973
4. Tanah Sawah 3386 P.99.S.I 1370 166 47,95 1994
5. Tanah OR 3267 Kp. Sendeng 678 117 40 1998
8660 950 189,95

 

 

CATATAN PADA PERIODE KEPEMIMPINAN

SMA Muhammadiyah Wonosobo dalam kurun waktu 37 tahun, sudah mengalami 6 (enam) kali periode kepala sekolah. Masing-masing kepala sekolah tentu memiliki ciri khas masing-masing dalam mengembangkan dan membesarkan sekolah, sehingga apa yang telah dilakukan oleh kepala sekolah sebelumnya tentu merupakan kebijakan yang terbaik pada saat itu yang telah dipikirkan matang-matang manfaat kedepannya. Kita selaku generasi penerus tinggal mengambil hikmah apa yang terkandung dibalik kebijakan yang telah dilakukan dan kalau bisa kita meneruskan atau mengembangkan apa yang telah mereka lakukan.

 

Periode kepemimpinan Bapak Moh. Kosim, pada periode kepemimpinan ini duet antara Bapak Moh. Kosim dengan Bapak Muhtarudin Abbas (selaku bendahara sekolah) bisa dikatakan sebagai pondasi / peletak dasar sehingga SMA Muhammadiyah Wonosobo bisa menjadi sebesar seperti sekarang ini. Banyak pemikiran dan gebrakan yang telah mereka lakukan yang saat itu rasa-rasanya sulit untuk direalisasikan. Mengingat program-program yang dilakukan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Akan tetapi dengan keuletan dan semangat untuk membesarkan sekolah, mereka berdua dibantu dengan rekan-rekan guru dan staf tata usaha saat itu akhirnya banyak program yang tadinya mustahil menjadi program yang dapat terealisasi.

 

Periode kepemimpinan Bapak Drs. H. Janhadi, pada periode ini banyak program yang dilakukan untuk meningkatkan citra di masyrakat dan pemerintah antara lain :

  • Mulai dicanangkan budaya Tadarus Al Qur’an setiap hari pada awal jam pelajaran,
  • Menanamkan pentingnya aspek-aspek kehidupan Islami dalam proses belajar dan mengajar bagi semua warga sekolah.
  • Mulai memunculkan visi dan misi sekolah untuk diketahui semua warga sekolah
  • Pembenahan dan peningkatan sistem administrasi disegala lini sehingga berdampak pada perolehan nilai akreditasi yang sebelumnya 89 menjadi nilai 97.
  • SMA Muhammadiyah Wonosobo mulai menerima bantuan dari pemerintah dalam jumlah yang besar. Diawali tahun 2002 dengan bantuan senilai 150 juta untuk pembangunan RKB dan pengadaan komputer. Tahun 2003 senilai 40 juta untuk membiayai kegiatan Peningkatan Mutu, Tahun 2004 senilai 45 juta untuk membiayai Kegiatan pembangunan RKB, dan Tahun 2005 senilai 145 juta untuk membiayai kegiatan pembangunan RKB
  • Pembenahan sistem penggajian bagi guru dan karyawan dengan mengikuti sistem penggajian di pegawai negeri sipil, meskipun belum 100 % seperti gaji PNS dan saat itu juga sedang terjadi krisis moneter di Indonesia.
  • Memunculkan dan mengikutsertakan GTY dan PTY ke dalam progran DPLk di Bank BNI 1946.
  • Mengawali pembuatan raport secara komputerisasi untuk memudahkan para guru dan wali kelas.
  • Mengawali sistem perekrutan kepala sekolah melalui pemilihan secara demokratis
  • Pembelian tanah yang sekarang sedang dibangun untuk Boording Schools

 

Periode kepemimpinan Bapak Drs. Shodiq Al Fajar, pada periode ini banyak prestasi yang telah dihasilkan diantaranya,

  • Meningkatnya status sekolah dari disamakan menjadi RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional),
  • Diberlakukanya sistem pembelajaran secara Moving Class.
  • Munculnya website resmi sekolah dengan alamat smamuhwsb.sch.id
  • Meningkatnya gaji guru dan karyawan sesuai dengan massa kerjanya tanpa memandang yang bersangkutan GTY / GTT atau PTY / PTT,
  • Diperolehnya sertifikat ISO-9001:2008 untuk sistem manajemen sekolah
  • Dicanangkannya ekstrakurikuler baru Marching Band yang ternyata mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat dan pemerintah daerah.
  • SMA Muhammadiyah Wonosobo menjadi salah satu ICT center bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Wonosobo.
  • Menjadikan SMA Muhammadiyah Wonosobo menjadi Sekolah / Madrasah / Pesantren Muhammadiyah Unggulan di Lingkungan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah. Sehingga hampir 16 sekolah yang sudah studi banding ke SMA Muhammadiyah Wonosobo.
  • Dimulainya sekolah berlangganan Internet untuk kepentingan pembelajaran
  • Diraihnya prestasi medali Perunggu di tingkat Internasional untuk Olimpiade Geografi di Jepang.
  • Membenahi sistem perekrutan guru dan karyawan melalui mekanisme yang sesuai dengan aturan di Majelis Dikdasmen
  • Memunculkan pemberian beasiswa full bagi siswa SMP/MTs yang berprestasi di bidang akademik
  • Memunculkan kegiatan apel embun pagi bagi guru dan karyawan setiap harinya.
  • Memunculkan wacana agar sekolah menyediakan minuman gratis kepada para siswa dan pembuatan minuman secara mandiri bagi para guru

 

Periode kepemimpinan Bapak Zulfan Setyanto, ST., M.Kom, meskipun periode ini baru berjalan 1 tahun, tetapi beberapa program telah dirasakan bagi kita semua diantaranya,

  • Memperbaharui sistem penggajian sehingga meningkatkan kesejahteraan bagi guru dan karyawan
  • Di ikutsertakannya guru dan karyawan ke dalam program tunjangan kesehatan yang dilakukan oleh (BPJS)
  • Meningkatnya peran para wakil kepala sekolah dalam membahas permasalahan dan penyelesaian yang terjadi selama satu minggu melalui kegiatan rapat rutin setiap hari Rabu.
  • Mengawali pelaksanaan Milad SMA Muhammadiyah Wonosobo agar tahun-tahun berikutnya setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai hari berdirinya sekolah.
  • Mengawali pelaksanaan pembangunan boording school untuk para siswa.
  • Mengawali SMA Muhammadiyah Wonosobo dalam melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)
  • Mengawali pelaksanaan pembelajaran sistem kredit semester (SKS)
  • Mengupgrade sistem manajemen ISO 9001:2008 menjadi Sistem Manajemen ISO 9001:2015
  • Mengawali penerimaan siswa Pondok dengan nama TrenClass Boording School
  • Mengawali pendirian FGM (Forum Guru Muhammadiyah) di Provinsi Jawa Tengah
  • Memunculkan tim Spiritual Building Training (SBT) untuk membantu sosialisasi penerimaan siswa baru ke SMP yang ada di Kabupaten Wonosobo

 

Demikian kilas balik pendirian SMA Muhammadiyah Wonosobo yang dapat kami sampaikan. Mudah-mudahan dengan adanya tulisan ini akan menambah wawasan bagi kita semua, khususnya  demi mewujudkan generasi emas dimasa mendatang. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *