web analytics
Arsip
Statistik Visitor
  • 1
  • 26
  • 15
  • 399
  • 202
  • 2.403
  • 13.189
  • 101.631
  • 101.631
  • 38.832
  • 13.380
  • 87
  • 46
  • 18
  • 5
  • 0
  • 0
  • 26-04-2019

Latar Belakang

Merunut sejarah pendirian suatu organisasi, misalnya sejarah pendirian sekolah tentu memerlukan sumber informasi dari si pelaku itu sendiri dan bukti-bukti otentik yang dapat dipertanggungjawabkan. SMA Muhammadiyah Wonosobo dalam rangka Milad ke-35 berusaha mendokumentasikan hal tersebut melalui wawancara langsung dengan beberapa tokoh yang turut serta mendirikan sekolah pada saat itu, diantaranya Bapak. Moch. Kosim, Bapak Moch Zaid, Bapak Muhtarudin Abbas, Bapak Sutikno, Bapak Munir Husni dan lain sebagainya. Disamping melalui wawancara, sumber informasi juga berasal bukti-bukti tertulis yang tersimpan di arsip sekolah maupun arsip di Majelis Dikdasmen Kabupaten Wonosobo. Hasil selengkapnya dapat kami uraikan dalam ulasan di bawah ini.
Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi para tokoh-tokoh Muhammadiyah ditingkat PDM Kabupaten Wonosobo yang saat itu dipegang Bapak Moch Zaid (Ketua), Bapak Moch. Kosim (Wakil Ketua I), dan Bapak Muhtarudin Abbas (Wakil Ketua II) pada saat akan mendirikan SMA Muhammadiyah Wonosobo, diantaranya adalah :

  • Adanya harapan syiar dakwah Islam secara Kaffah melalui jalur pendidikan formal. Sehingga para generasi muda dapat melaksanakan atau mengamalkan ayat – ayat Kauliyah dan ayat – ayat Kauniyah secara seimbang dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Adanya persaingan yang sehat (Fastabiqulqoirot) diantara sekolah – sekolah swasta yang sudah berdiri.
  • Sudah adanya SMP Muhammadiyah Wonosobo saat itu yang merupakan salah satu aset dalam mengkader calon – calon pemimpin Muhammadiyah di masa mendatang. Diharapkan lulusan dari SMP ini agar dapat melanjutkan sekolah di lingkungan Muhammadiyah.

Berdasarkan hal tersebut diatas, kemudian PDM Kabupaten Wonosobo memberi amanat kepada Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Kabupaten Wonoosbo (saat itu dipegang oleh Bapak Sutikno, BA) untuk merintis dan melengkapi persyaratan-persyaratan dalam pendirian SMA Muhammadiyah Wonosobo. Oleh Majelis Dikdasmen, kemudian ditindak lanjuti dengan serangkaian pertemuan-pertemuan dengan kronologis sebagai berikut :

  • Tanggal 2 Januari 1979, diadakan rapat yang dihadiri oleh semua pengurus Majelis Dikdasmen untuk menyampaikan dan membahas data statistik yang terkumpul dari Dinas Pendidikan Kabupaten Wonosobo, yaitu:
  • Jumlah SMP yang ada di Kabupaten Wonosobo ada sebanyak 23 sekolah, terdiri dari 9 sekolah merupakan SMP Negeri dan 14 sekolah SMP Swasta.
  • Jumlah murid SMP kelas III saat itu ada sejumlah 1589 anak, terdiri dari 864 anak ada di SMP Negeri, dan 725 anak ada di SMP Swasta.
  • Jumlah SMA yang ada di Kabupaten Wonosobo saat itu baru ada 7 sekolahan, yaitu 4 sekolah merupakan SLTA Negeri dan 3 sekolah SLTA swasta.
  • Jumlah murid SMP saat itu yang tertampung menjadi siswa SLTA di Kabupaten Wonosobo baru sebanyak 697 anak dari 1589 anak lulusan SMP. Dari jumlah anak yang tertampung di SLTA saat itu  ternyata 508 anak diterima di SLTA Negeri dan 189 anak diterima di SLTA Swasta.
  • Jumlah ruang kelas untuk SLTA yang tersedia baru sebanyak 18 buah, terdiri dari 13 ruang kelas ada di SLTA Negeri dan 5 ruang kelas ada di SLTA Swasta.
  • Tanggal 10 Januari 1979, Surat Pengajuan ijin pendirian SMA Muhammadiyah Wonosobo lengkap, kemudian berkas-berkasnya diajukan ke Kantor Wilayah P dan K Provinsi Jawa Tengah
  • Tanggal 9 Februari 1979, konsultasi I perihal ijin pendirian
  • Tanggal 12 Maret 1979, konsultasi II perihal ijin pendirian
  • Tanggal 15 April 1979, konsultasi III perihal ijin pendirian (saat itu untuk pendirian suatu sekolah baru agak sulit)
  • Tanggal 10 Mei 1979, persiapan ijin pendirian diperiksa oleh Tim dari Kanwil P dan K Provinsi Jawa Tengah. Ternyata hasil akhirnya adalah “Permohonan ijin pendirian SMA Muhammadiyah Wonosobo dikabulkan dan diijinkan untuk mulai dibuka pada tahun pelajaran baru 1979/1980.
  • Tanggal 12 Mei 1979, Majelis Dikdasmen mulai menyebarkan pengumuman untuk penerimaan siswa baru.

Setelah 6 bulan tahun ajaran baru dilaksanakan, kemudian oleh Majlis Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Kab. Wonosobo dituangkan dalam Surat Keputusan Nomor : E-1/97/1979 tertanggal 15 Desember 1979 tentang “Pendirian SMA Muhammadiyah 1 Wonosobo “.
Surat Keputusan tersebut mengacu pada SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 23628/MPK/1974 tertanggal 24 Juli 1974, tentang “Pernyataan Muhammadiyah sebagai Badan Hukum yang Bergerak dalam bidang Pendidikan & Pengajaran“. Tanggal 15 Desember 1979 inilah yang kemudian dicanangkan sebagai tanggal pendirian SMA Muhammadiyah Wonosobo.

Periode Perkembangan

Pada awal pendirian yaitu tahun pelajaran 1979/1980, pada awal pendirian ini, setelah bersaing ketat dengan SMA PGRI Wonosobo yang juga berdiri pada tahun pelajaran tersebut. Alhamdulillah SMA Muhammadiyah Wonosobo mampu mendapatkan 49 siswa. Proses belajar mengajar saat itu dilaksanakan pada sore hari dan bertempat di gedung SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo. Pada tahun pelajaran ini pula terjadi perubahan akhir tahun pelajaran yang semula pada bulan Desember diganti menjadi bulan Juni.
Yang menjalankan tugas (YMT) selaku kepala sekolah di percayakan kepada Bapak Munir Husni, BA (PNS Depag Kabupaten Wonosobo), sedangkan guru yayasan baru Bapak Muhtarudin Abbas dan Bapak Fatchurrohman, BA. Tata usaha yang ada baru Bp. Rasman (almarhum), Muhasyim, dan Wahidun (penjaga sekolah). Untuk Guru lainnya masih guru bantuan dari sekolah-sekolah yang ada di Kabupeten Wonosobo dan guru bantuan tersebut saat itu tanpa HR, diantaranya:

  • Dari SMA Negeri Wonosobo
  • Drs. Kadis Sardjono
  • Sumardjiman, BA
  • Anggoro, BA
  • Sudiyono, BA
  • Dari SMEA Negeri Wonosobo
  • Sutarjo, BA
  • Ahmad Kustandar, Bc.Hk
  • Dari SPG Wonosobo (sekarang SMA Negeri 1 Mojotengah)
  • Drs. Suparlan
  • Murtedjo, BA
  • Masruri, BA
  • Drs. Slamet Sukarno
  • Siti Juwariyah, BA

Menginjak tahun kedua, yaitu tahun pelajaran 1981/1982 SMA Muhammadiyah Wonosobo hanya mampu mendapatkan siswa sebanyak 2 kelas. Sedangkan SMA PGRI Wonosobo mendapatkan siswa sebanyak 3 kelas. Salah satu penyebabnya karena ada kebijakan pengurus PGRI saat itu yang mewajibkan para anggota PGRI untuk menyekolahkan putra-putrinya ke SMA PGRI Wonosobo. Disamping karena SMA Kristen Wonosobo juga berdiri pada tahun pelajaran yang sama dan saat itu mampu mendapatkan siswa sebanyak 3 kelas. Pada tahun pelajaran ini terjadi pergantian kepala sekolah dari Bapak Munir Husni, BA kepada Bapak Moch. Kosim.
Pada tahun ketiga, yaitu tahun pelajaran 1982/1983 dengan dimotori oleh Bapak Moch Kosim dan berdasarkan pengalaman tahun pelajaran sebelumnya SMA Muhammadiyah Wonosobo mulai melakukan pembenahan-pembenahan, diantaranya melalui peningkatan kedisiplinan saat KBM, melakukan tambahan belajar pada malam hari untuk mapel-mapel yang termasuk mapel Ujian Nasional, dan melakukan pembelian tanah seluas 3600 m2 yang berlokasi di Jalan RSU Gang Cemara serta mulai dibangun secara bertahap untuk ruang kelas. Pada tahun ini, untuk pertama kalinya siswa-siswi SMA Muhammadiyah Wonosobo mengikuti Ujian Nasional yang menginduk di SMA Negeri Wonosobo dan 62% siswa-siswinya bisa lulus. Kelulusan saat itu merupakan kelulusan terbaik untuk sekolah swasta yang ada di Kabupaten Wonosobo.
Dalam kurun waktu tiga tahun semenjak berdirinya, didapatkan informasi bahwa guru-guru yang turut andil dalam perkembangan SMA Muhammadiyah Wonosobo berasal dari 4 (empat) komponen, yaitu:

  • Guru Yayasan
  • Bapak Munir Husni, BA (kepala Sekolah 1979 – 1982)
  • Bapak Moch. Kosim (kepala sekolah mulai 1982)
  • Bapak Fatchurrohman (guru agama dan wakil kepala sekolah)
  • Bapak Muhtarudin Abbas (guru Kemuhammadiyahan dan Bendahara)
  • Guru bantuan dari SMA Negeri Wonosobo
  • Bapak Janhadi, BA (guru Fisika)
  • Bapak Kadis Sarjono (guru Aljabar)
  • Bapak Sukiman (guru Aritmatika)
  • Bapak Anggoro (guru Bahasa Indonesia)
  • Bapak Sukirman (guru Lukis dan Elektro)
  • Bapak Sudiyono (guru Bahasa Inggris)
  • Ibu Farida (guru Biologi)
  • Ibu Endah Wahyuningsih (guru Akuntansi)
  • Bapak Sumarjiman (guru Ekonomi)
  • Bapak Drs. Hidayat Syah (guru PMP)
  • Guru bantuan dari SMEA Negeri Wonosobo
  • Bapak Jaswadi, BA (guru Olah Raga)
  • Bapak Siswadi Jakiyo
  • Guru bantuan dari SPG Wonosobo
  • Bapak Masruri, BA (guru Bumi dan Antariksa)
  • Bapak Murtejo, BA (guru Kimia dan Seni Musik)

Pada tahun keempat, yaitu tahun pelajaran 1983/1984, SMA Muhammadiyah Wonosobo mendapatkan siswa baru sebanyak 5 kelas, sehingga pada tahun itu jumlah kelas ada 10 kelas terdiri dari kelas I = 5 kelas, kelas II = 2 kelas, dan kelas III = 3 kelas. Mulai tahun pelajaran ini oleh Bapak Moch. Kosim dicanangkan falsafah (sekarang dinamakan Visi), yaitu “Kita Harus Bisa Selangkah Lebih Maju”. Implementasi dari visi ini akan dimulai tahun pelajaran berikutnya dengan melakukan kegiatan sekolah harus masuk pagi, sekolah harus punya gedung sendiri, dan sekolah harus bisa mengangkat guru sendiri.
Guru dan karyawan yayasan yang ada pada tahun pelajaran 1983/1984, antara lain Bapak Fatchurrohman, Bapak Muhtarudin Abbas, Bapak Baniyat (Kepala TU), dan staf tata Usaha Bapak Nugroho, Bapak Wahidun, dan Bapak Moh Abror. Adapun Guru baru yang diangkat sebagai guru yayasan diantaranya:

  • Ibu Dra. Bekti Pertiwi
  • Bapak Eko Susiyono, BA
  • Bapak Ahmad Haris Suharto

Sedangkan guru-guru bantu dari sekolah negeri yang masih dipertahankan keberadaannya diantaranya :

  • Bapak Janhadi, BA
  • Bapak Kusmanto, B.Sc
  • Bapak Drs. Suparmin
  • Bapak Sukiman
  • Bapak Sumarjiman
  • Ibu Dra. Siti Amirin, BA

Pada tahun kelima, yaitu tahun pelajaran 1984/1985, SMA Muhammadiyah Wonosobo mendapatkan siswa baru sebanyak 5 kelas, dan mulai merealisasikan visi yang dicanangkan pada tahun sebelumnya, yaitu:

  • Membeli tanah yang sekarang dipakai untuk kantor PDM Wonosobo. Dalam pembelian ini, sumber dana yang dipakai berasal dari pinjaman UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta)
  • Membeli tanah seluas 3600 m2 dari Bapak Muh. Yusuf (purnawirawan POLRI). Sumber dana berasal dari pinjaman Radio Purnamasidi dengan mengangsur tiap bulan sebesar Rp.500.000,- dari tahun 1983 – 1988
  • Membeli tanah yang sekarang dipakai untuk Masjid Al Arqom
  • Membeli tanah yang sekarang dipakai untuk gedung Olah Raga (GOR) dari pemilik Bapak DR. Slamet Sudarman dan menerima tanah wakaf yang sekarang dipakai untuk Perpustakaan SMA Muhammadiyah Wonosobo.
  • Menambah guru dan karyawan yayasan, misalnya dengan mengangkat guru Bapak Shodiq Al Fajar, BA. Dan Bapak Anis Zubaidi, serta karyawan Bapak Mukhlas.
  • Proses belajar mengajar dilaksanakan pada pagi hari untuk kelas I dengan rincian 3 kelas (IA, IB, dan IC) menempati lokal selatan (Jl. KH. Ahmad Dahlan 10) dan 2 kelas (ID dan IE) menempati lokal utara (Jl. Argopeni)
  • Terselesaikannya penambahan ruang kelas di lokal selatan hingga mencapai 24 ruang.

Pengakuan Dan Persetujuan Dari Instansi

Secara kronologis pengakuan – pengakuan dan persetujuan yang telah diberikan oleh beberapa instansi yang terkait sehubungan dengan pendirian SMA Muhammadiyah 1 Wonosobo, antara lain berasal dari :

  • Kepala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo dengan nomor suratnya : 1612/I.03.07/I/80, tertanggal 24 April 1980, perihal Rekomendasi Pendirian SMA Muhammmadiyah Wonosobo
  • Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Wonosobo, dengan nomor suratnya 421.3/Kesra/80, tertanggal 30 April 1980, perihal Rekomendasi Pendirian SMA Muhammadiyah 1 Wonosobo.
  • Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Jawa Tengah, Majlis Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Jawa Tengah dengan suratnya nomor : E-2/C.222/V/80 tertanggal 21 Mei 1980, yang isinya tentang Rekomendasi Pendirian SMA Muhammadiyah Wonosobo.
  • Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Tengah dengan suratnya nomor : 2177.A/I.03-4/M/80 tertanggal 1 Oktober 1980 yang isinya tentang “Ijin Pendirian SMA Muhammadiyah 1 Wonosobo “.
  • Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah dengan suratnya nomor : 1282/I.03/D/80 tertanggal 4 Oktober 1980, yang isinya tentang “ Persetujuan Pendirian SMA Muhammadiyah 1 Wonosobo “.
  • Kepala Kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Jawa Tengah dengan suratnya nomor : 128/I.03/H/801 tertanggal 29 Desember 1981, yang isinya tentang “ Surat Keputusan Pendirian SMA Muhammadiyah 1 Wonosobo “.
  • Kepala Kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Jawa Tengah dengan suratnya nomor : 2600/I.03/I/81 tertanggal 29 Desember 1981, yang isinya tentang “ Piagam Pengakuan SMA Muhammadiyah 1 Wonosobo Sebagai Sekolah Swasta yang Sah“.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.