SMA Muhammadiyah Wonosobo

Mei 2015
S S R K J S M
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Pengunjung




SMA Muhammadiyah Wonosobo merupakan salah satu sekolah yang tetap diijinkan untuk menggunakan Kurikulum 2013 di semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015.  Oleh karena itu, silahkan bapak/ibu guru manfaatkan waktu-waktu  menjelang UKK (Ulangan Kenaikan Kelas) seperti sekarang ini untuk mengisikan nilai yang nantinya akan dibuat rapor di semester 2.

Untuk mempermudah rekan-rekan guru dalam pengolahannya. silahkan manfaatkan aplikasi ini yang kali ini pihak sekolah meluncurkan versi 2013-005 dengan tampilan sebagai berikut :

Tampilan Prognil-2013-005

Apa yang baru dari versi 2013-005 dibandingkan dengan versi sebelumnya :

  • pertama, file yang disediakan oleh sekolah hanya satu, tidak seperti sebelumnya jumlah file sebanyak rombel yang ada. Disini rekan-rekan guru tinggal copy paste atau Save As satu file menjadi sejumlah file sesuai jumlah rombel yang diajarnya.
  • kedua, menyembunyikan kolom-kolom yang tidak diperlukan secara otomatis kalau bapak/ibu guru menekan tombol yang sesuai.
  • ketiga, menampilkan nilai rapor semester 1-2-3 beserta nilai UTS (ulangan tengah semester) masing-masing siswa Kelas 11 dan Rapor Semester 1 bagi siswa kelas 10 untuk dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam membuat nilai akhir yang akan diberikan
  • keempat, mengubah kode mata pelajaran menjadi kode huruf yang memudahkan rekan-rekan guru dalam menghapalnya
  • Memperbaiki penilaian sikap (KI.2) yang lebih di permudah. Misalnya aspek penilaian sikap semuanya ada 26 item. Sehingga bp/ibu guru bisa memilih aspek-aspek apa saja yang akan dinilai dan dimunculkan di rapor dengan cara memberikan tanda centang (√) terlebih dahulu.
  • Mengosongkan data terlebih dahulu apabila bp/ibu guru menekan tombol tampilkan nama siswa. Hal ini dimaksudkan agar nilai satu kelas dengan kelas yang lainnya tidak sama persis. Karena berdasarkan pengalaman, masih ada nilai kelas tertentu yang ternyata dipakai juga nilai tersebut di kelas lainnya.
  • Mewajibkan semua data (Kognitif – Keterampilan – Sikap) harus terisi lebih dahulu agar sheet yang untuk link rapor bisa tampil tidak berwarna hitam.

download

KLIK GAMBAR DIATAS UNTUK MENDOWNLOADNYA

Untuk Tahun Pelajaran 2015/2016, SMA Muhammadiyah berencana akan menerima siswa baru sebanyak 11 kelas. Dalam penerimaan tersebut pihak sekolah melakukan penerimaan siswa baru yang meliputi :

  1. Penerimaan siswa baru untuk siswa berprestasi dan dari keluarga tidak mampu (Bidik Misi)
  2. Penerimaan siswa baru untuk siswa berprestasi
  3. Penerimaan siswa baru reguler

Untuk penerimaan 1 dan 2, pihak sekolah sudah melaksanakan hal tersebut pada tanggal 21 Maret 2015 dan sudah diterima siswa sebanyak 65 siswa untuk beasiswa bidik misi dan 22 siswa untuk siswa berprestasi.

Penerimaan regulernya bisa dilihat di brosur berikut :

PSB-1

PSB-2

Di SMA Muhammadiyah Wonosobo penilaian yang menggunakan kurikulum KTSP 2006 tinggal kelas 12, khususnya siswa-siswi Tahun Pelajaran 2014/2015. Oleh karena itu, silahkan bapak/ibu guru manfaatkan waktu-waktu  menjelang ujian nasional seperti sekarang ini untuk mengisikan nilai yang nantinya akan dibuat rapor di semester 2.

Untuk mempermudah rekan-rekan guru dalam pengolahannya. silahkan manfaatkan aplikasi ini yang kali ini pihak sekolah meluncurkan versi 2005-018 dengan tampilan sebagai berikut :

Tampilan2005-018

Apa yang baru dari versi 2005-018 dibandingkan dengan versi sebelumnya :

  • pertama, file yang disediakan oleh sekolah hanya satu, tidak seperti sebelumnya jumlah file sebanyak rombel yang ada. Disini rekan-rekan guru tinggal copy paste atau Save As satu file menjadi sejumlah file sesuai jumlah rombel yang diajarnya.
  • kedua, menyembunyikan kolom-kolom yang tidak diperlukan secara otomatis kalau bapak/ibu guru menekan tombol yang sesuai.
  • ketiga, menampilkan nilai rapor semester 3-4-5 beserta nilai tryout masing-masing siswa sebagai bahan pertimbangan dalam membuat nilai akhir yang akan diberikan
  • keempat, mengubah kode mata pelajaran menjadi kode huruf yang memudahkan rekan-rekan guru dalam menghapalnya

download

UNTUK DOWNLOAD KLIK GAMBARNYA

Butir soal merupakan perangkat utama dalam sistem penilaian terhadap siswa di sekolah. Untuk itu sangat penting menentukan mana soal-soal yang cacat atau tidak berfungsi penggunaannya. Pendidik perlu meningkatkan kualitas butir soal melalui analisis terhadap tiga komponen utama yang meliputi (1) tingkat kesukaran, (2) daya pembeda, dan (3) pengecoh soal.

Kegiatan menganalisis butir soal merupakan proses pengumpulan, peringkasan dan penggunaan informasi dari jawaban siswa untuk membuat keputusan tentang setiap penilaian (Nitko, 1996).

Tujuan analisis butir soal :

  • mengkaji dan menelaah setiap butir soal agar diperoleh soal yang bermutu sebelum digunakan.
  • membantu meningkatkan kualitas tes melalui revisi atau membuang soal yang tidak efektif
  • mengetahui informasi diagnostik pada siswa, sudahkan mereka memahami materi yang telah diajarkan

Manfaat analisis butir soal :

  • membantu para pengguna tes dalam evaluasi atas tes yang digunakan
  • sangat relevan bagi penyusunan tes informal dan lokal (seperti tes yang disiapkan guru di kelas)
  • mendukung penulisan butir soal yang efektif
  • secara materi dapat memperbaiki tes di kelas
  • meningkatkan validitas dan reliabilitas soal
  • menentukan apakah suatu fungsi butir soal sesuai dengan yang diharapkan
  • memberi masukan kepada siswa tentang kemampuan dan sebagian dasar untuk bahan diskusi di kelas
  • memberi masukan kepada guru tentang kesulitan siswa
  • memberi masukan pada aspek tertentu untuk pengembangan kurikulum
  • merevisi materi yang dinilai atau diukur
  • meningkatkan keterampilan penulisan soal

Tampilan Aplikasi Analisis Soal

download

Ada dua jenis analisis butir soal yang dapat pendidik laksanakan, yaitu :

  1. Analisis secara kualitatif, prosedur peningkatan secara judgement, terkait dengan isi dan bentuk soal
  2. Analisis secara kuantitatif, prosedur peningkatan secara empirik, terkait dengan ciri-ciri statistikny

Analisis Secara Kualitatif

Pengertian

  • Penelaahan ini biasanya dilakukan sebelum soal digunakan/diujikan (tes tertulis, perbuatan, dan sikap)
  • Aspek yang ditelaah : segi materi, konstruksi, bahasa/budaya, dan kunci jawaban/pedoman penskorannya
  • Bahan penunjang : bahan-bahan penunjang seperti: (1) kisi-kisi tes, (2) kurikulum yang digunakan, (3) buku sumber, dan (4) kamus bahasa Indonesia.

Teknik analisis

1. Teknik moderator merupakan teknik berdiskusi yang di dalamnya terdapat satu orang sebagai penengah. Berdasarkan teknik ini, setiap butir soal didiskusikan secara bersama-sama dengan beberapa ahli dan dimoderatori oleh satu orang.

Kelebihan : Setiap butir soal dapat dituntaskan secara bersama-sama, perbaikannya seperti apa

Kelemahan : Teknik ini adalah memerlukan waktu lama untuk rnendiskusikan setiap satu butir soal.

2. Teknik panel merupakan suatu teknik menelaah butir soal yang setiap butir soalnya ditelaah berdasarkan kaidah penulisan butir soal. Para penelaah dipersilakan memperbaiki langsung pada teks soal dan memberikan komentarnya serta memberikan nilai pada setiap butir soalnya yang kriterianya adalah: baik, diperbaiki, atau diganti.

Prosedur analisis

Untuk mempermudah prosedur pelaksanaan dapat menggunakan format penelahaan soal yang digunakan sebagai dasar untuk menganalisis setiap butir soal

Analisis Secara Kuantitatif

Pengertian

Penelaahan butir soal didasarkan pada data empirik dari butir soal terkait yang telah diujikan.

Pendekatan analisis

Klasik

Analisis butir soal secara klasik adalah proses penelaahan butir soal melalui informasi dari jawaban peserta didik guna meningkatkan mutu butir soal yang bersangkutan dengan menggunakan teori tes klasik.

Kelebihan : mudah , murah, sederhana, familier digunakan guru-guru,dapat menggunakan data sampel kecil.

Kelemahan :

(1) Tingkat kemampuan dalam teori klasik adalah “true score”. Jika tes sulit artinya tingkat kemampuan peserta didik mudah. Jika tes mudah artinya tingkat kemampuan peserta didik tinggi.

(2) Tingkat kesukaran soal didefinisikan sebagai proporsi peserta didik dalam grup yang menjawab benar soal. Mudah/sulitnya butir soal tergantung pada kemampuan peserta didik yang dites dan kemampuan tes yang diberikan.

(3) Daya pembeda, reliabilitas, dan validitas soal/tes didefinisikan berdasarkan grup peserta didik.

Modern

Penelaahan butir soal dengan menggunakan Item Response Theory (IRT) atau teori jawaban butir soal. Teori ini merupakan suatu teori yang menggunakan fungsi matematika untuk menghubungkan antara peluang menjawab benar suatu soal dengan kemampuan siswa.

IRT merupakan hubungan antara probabilitas jawaban suatu butir soal yang benar dan kemampuan siswa atau tingkatan/level prestasi siswa.

Kelebihan :

(1) asumsi banyak soal yang diukur pada trait yang sama, perkiraan tingkat kemampuan peserta didik adalah independen;

(2) asumsi pada populasi tingkat kesukaran, daya pembeda merupakan independen sampel yang menggambarkan untuk tujuan kalibrasi soal;

(3) statistik yang digunakan untuk menghitung tingkat kemampuan siswa diperkirakan dapat terlaksana

Kelemahan : prosesnya cukup rumit dan sulit

Penghitungan dalam penelaahan butir soal secara kuantitatif dapat menggunakan bantuan kalkulato scientific atau program komputer.

Program yang sudah dikenal secara umum adalah EXCEL, SPSS (Statitistical Program for Social Science), atau program khusus seperti ITEMAN (analisis secara kiasik), RASCAL, ASCAL, BILOG (analisis secara item respon teori atau IRT), FACETS (analisis model Rasch untuk data kualitatif)

Sumber Tulisan :

http://gurupembaharu.com/home/panduan-analisis-butir-soal/

download

Salah satu persyaratan untuk bisa masuk nominasi peserta sertifikasi guru adalah adanya SK dari Yayasan yang menyebutkan bahwa yang bersangkutan adalah Guru Tetap Yayasan yang setiap tahunnya SK tersebut harus di perbaharui. Akan tetapi format atau contoh yang ada seringkali kita dibuat bingung sebenarnya seperti apa SK GTY per tahunnya yang bisa mengakomodasi hal tersebut.

Buat rekan-rekan guru dimanapun berada, ini saya share-kan contoh SK GTY per tahunnya barangkali ada manfaatnya. 2011_SK GTY-Per Tahun

Untuk memudahkan para siswa dalam menggungah foto saat pendaftaran SNMPTN – SBMPTN atau Ujian Mandiri, berikut saya sharekan file foto dari para siswa yang membutuhkan . silahkan klik

download

Setelah masuk silahkan dipilih dan di download. Lihat Contohnya15. Ibrahim

Tim geografi Indonesia berhasil meraih 1 medali perak, 2 perunggu dalam International Geography Olympiad (IGeO) ke 10 yang berlangsung 30 Juli hingga 7 Agustus 2013 di Kyoto, Jepang. Mereka adalah Nuresa Riana Nugraha dari SMAN 1 Lembang (Perak),  Asahi Idarmanto SMAN 5 Yogyakarta (Perunggu), Aditya Pradana SMA Muhammadiyah Wonosobo (Perunggu) dan Asthina Novita Syanur Sman 1 Metro Lampung (Tidak memperoleh medali).

IKLAN-ADIT-WIS-DADI-KARO-BALIHO-4
IGeO merupakan kompetisi geosains dan geografi yang ditujukan untuk siswa Sekolah Menengah Atas dengan usia 16-19 tahun. Tujuan diadakannya lomba ajang internasional ini untuk meningkatkan minat dan perhatian generasi muda dalam mempelajari geografi serta lingkungan. Test dalam lomba ini mencakup a written response test dan a multimedia test an a fieldwork test. IGeO ke 10 ini diikuti oleh 34 tim dari berbagai negara, masing-masing tim terdiri dari 4 siswa dan 2 pendamping.
Keikutsertaan tim geografi Indonesia di ajang IGeO seluruhnya dibiayai oleh pemerintah Indonesia, dalam hal ini Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berkaitan dengan hasil yang diperoleh tim Indonesia, Direktur Pembinaan SMA Harris Iskandar Ph.D menjelaskan, bahwa untuk geografi kita masih mempelajari strategi-strategi baik itu konten, lingkup dan sebagainya. Pembinaannya juga akan ditingkatkan, namun dari hasil yang kedua ini, sudah bagus sekali dapat memperoleh medali perak. Insya Allah, tahun depan bisa memperoleh emas. “Dari perolehan ini kami berikan apresiasi, sekecil apa pun itu. Mereka kan sudah berusaha.” Ujarnya.
Sedangkan Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik Suharlan SH, MM menambahkan, “Kami merasa bangga juga, namun tetap dilakukan evaluasi-evaluasi terkait dengan pembinaan.”
Selaku tim Leader, Ir. Samsul Bachri, M.Eng, Ph.D mengungkapkan, meski kegiatan ini baru kedua kalinya diikuti oleh tim Indonesia, kerja keras untuk memperoleh medali selalu dilakukan. “Kami menseleksi siswa dari bidang studi kebumian, mereka dilatih dengan intensif. Kami membeli buku-buku geografi dari Singapura sebab kami tahu negara itu selalu menjadi juara umum. Buku-buku itu kami berikan pada mereka untuk dipelajari. Soal-soal yang diberikan dalam olimpiade lebih sulit memang, tapi kita coba untuk memberikan kepada mereka. Mudah-mudahan tahun depan tim olimpiade geografi dapat memperoleh emas.” Harapnya.
Selain tim leader, peserta IGeO Indonesia didampingi juga oleh Drs. Joko Wiratmo MP sebagai deputy leader. “Karena baru mengikuti kegiatan ini dua kali, kami masih mencari bentuk yang tepat untuk menghadapi olimpiade geografi, mudah-mudahan tahun depan kita bisa meraih keberhasilan yang lebih tinggi lagi.”  Tambahnya. FNY

 

Sumber Tulisan: Website Direktorat Pembinaan SMA (http://psma.kemdikbud.go.id)

 

Penghargaan di Kyoto, Jepang :

1.Medali Perunggu IGeo (International Geography Olympiad) 2013

2.Second prize poster presentation (Juara 2, poster dan presntasi poster mengenai local wisdom “kearifan lokal”)

 

Negara Indonesia menempati peringkat 8 dunia dari 32 negara partisipan, dengan perolehan 1 perak 2 perunggu dan second prize poster presentation, sementara juara umum (peringkat 1) dari romania (3 emas, 1 perak), disusul kroasia (2 emas, 2 perak), dan peringkat 3 singapura (2 emas, 1 perak, 1 perunggu). Sedangkan Denmark peringkat 11, belanda peringkat 12, Inggris peringkat 13, United States of America peringkat 14 dan Jepang sebagai tuan rumah peringkat 15.

 

Test yang diikuti :

  1. Written Response test (test tertulis), yang terdiri dari 6 section dimana section tiap tahunnya berbeda, tahun 2013 mengenai tourism and management (pariwisata dan manajemennya), managing urban area (memanajemen kawasan perkotaan), vulcanism and tectonism ( vulkanisme dan tektonisme), world development ( pembangunan dunia), climate change (perubahan iklim), world management in energy and resources (management sumberdaya dan energi dunia), dimana soal tertulis ditulis dengan sistem essay berbahasa inggris.
  2. Fieldwork test (test lapangan), melakukan pemetaan (mapping) tata guna lahan kawasan fushimi, membuat grafik penampang topografi , dan membuat draft perencanaan kota dan tata kota fushimi masa depan serta pembangunan konstruksi (hard engineering) dan konservasi lahan guna (soft engineering) menanggulangi banjir.
  3. Multimedia test

4.Poster presentation mengenai local wisdom, Indonesia mengangkat tema “Sistem sanitasi tradisonal Kampung naga, Jawa Barat yang sesuai prinsip sustainable development”

 

Selain itu terdapat cultural exchange (pertukaran budaya), kegiatannya berupa membuat origami khas jepang dengan didampingi siswi Kyoto Prefectural senior high school, menyanyikan lagu sukiyaki bersama, gift exchange ( pertukaran souvenir) dari tiap2 negara, dan fashion show baju adat tradisional tiap negara.

 

Tanggal pelaksanaan lomba : 30 Juli-5 Agustus 2013 dikota Kyoto, dan 6-7 Agustus berwisata mengikuti trip IGeo post excursion di kota Tokyo

 

Usai keikutsertaan tim Olimpiade Geografi Indonesia dalam International Geography Olympiad (iGeo) masih seumur jagung. Namun, hal itu tidak menjadi halangan mereka untuk tetap berprestasi. Indonesia sendiri baru mengikuti olimpiade geografi internasional ini sejak tahun 2013, saat itu iGeo ke-10 dilaksanakan di Kyoto, Jepang. Pulang dari International Geography Olympiad ke-11 yang diadakan di Krakow, Polandia, 12-18 agustus 2014 tim geografi merah putih berhasil menyabet 1 medali perak lewat Aditya Pradana (SMA Muhammadiyah Wonosobo), dan 2 medali perunggu masing-masing lewat Uyun Chariza Aziza (MAN Insan Cendekia) dan Asri Hadiyanti Giastuti (SMAN 1 Bogor). Tim Geografi Indonesia juga meraih penghargaan kelompok yaitu juara 3 presentasi poster yang mengusung judul “Bandung, Glooming Trash, Blooming Crash”. Poster dari 3 negara terpilih ini (New Zealand, Nigeria, Indonesia) dipamerkan pada pembukaan International Geography Union Congress. Ada 3 kategori yang diujikan pada iGeo tahun ini, yaitu

pertama, tes tertulis (40%) dengan topik meliputi Geologi dan Coastal Landform, Forest Resources, Global Ecological Footprint, Impact of Global Warming dan Population and Health.

Klik Disini Foto Olimpiade Internasional Geografi

Kedua, keterampilan observasi lapangan (40%) tentang mapping dan spatial analysis oh the uses of public space, analisi dan penarikan kesimpulannya.

Dan kategori ketiga adalah pengetahuan umum tentang geografi dunia disajikan secara visual melalui multi media (20%). Tim Indonesia mengakui faktor bahasa cukup menjadi kendala.

Meski selama persiapan faktor bahasa masuk dalam pelatihan dan dipersiapkan sebaik mungkin, tetap saja timbul kendala. “Olimpiade geografi ini adalah salah satu olimpiade yang tanpa terjemahan. Semua soalnya menggunakan Bahasa Inggris,” ujar Adit.

Uyun menambahkan meski mereka siap dengan Bahasa Inggris, namun, ketika bertemu frase atau beberapa istilah geografi yang menggunakan Bahasa Inggris mereka agak kesulitan mengartikannya. “Buku-buku Geografi Indonesia yang ada tidak lengkap.

Jadi, ketika kami bertemu dengan isitilah yang menggunakan bahasa asing, kami agak kesulitan menerjemahkannya. Nggak jarang kami salah mengartikan,” imbuh Uyun. Kendala lain selain bahasa tahun ini adalah tes lapangan. Belajar dari olimpiade tahun lalu, sebenarnya persiapan tim geografi Indonesia 2014 sudah cukup maksimal. Hanya saja tingkat kesulitan soal tahun ini sangat tinggi.

Salah satunya adalah tes lapangan. Jika pada tahun lalu tes lapangan hanya pemetaan kawasan saja, tahun ini mereka harus melakukan pemetaan public space. Pengalaman ini menjadi sebuah pekerjaan rumah yang penting terutama untuk para pembina tim Geografi Indonesia.

“Kami baru 2 tahun ikut olimpiade ini. Tapi kami mampu bersaing. Hasil tahun ini dan kemarin jadi catatan penting untuk team leader. Kami akan segera melakukan perbaikan terutama pada saat persiapan,” ujar Syamsu Bahri, pembina Tim Geografi Indonesia.

Lebih jauh lagi, tim Geografi Indonesia 2014 berharap materi geografi yang diajarkan di sekolah-sekolah bisa ditingkatkan kualitasnya. “Geografi dasar yang diajarkan di sekolah berbeda dengan yang diterapkan di olimpiade. Kalau dibandingkan seperti ada ketimpangan. Kami seperti tidak mendapat dasar geografi sebenarnya. Jadi seperti belajar dari nol lagi,” kata Adit.

Sumber Tulisan : http://siswapsma.org/v2/artikel/read/381/indonesia-tetap-bertaring-di-olimpiade-geografi-internasional-